Kesaksian Pilot F-15E AS: Drone Iran Seperti Ladang Ranjau di Udara

- Sabtu, 11 Juli 2026 | 10:50 WIB
Kesaksian Pilot F-15E AS: Drone Iran Seperti Ladang Ranjau di Udara

Seorang pilot jet tempur F-15E Amerika Serikat yang selamat setelah pesawatnya ditembak jatuh oleh Iran mengungkap pengalaman mengerikan saat menghadapi serangan drone Korps Garda Revolusi Islam (IRGC). Dalam kesaksiannya, drone-drone Iran di udara digambarkan seperti ladang ranjau yang siap menjebak dan menghancurkan target.

Menurut seorang sumber pejabat intelijen AS, pilot tersebut menyebut apa yang dilihatnya sebagai "ladang ranjau drone" di udara. Kesaksian itu kini menjadi salah satu fokus penyelidikan komunitas intelijen AS terkait penyebab jatuhnya pesawat tempur F-15E pada April lalu.

Empat sumber pejabat intelijen AS mengatakan, pilot tersebut juga melihat drone-drone Iran bergerak serempak dalam formasi unik menyerupai ubur-ubur. Temuan itu memicu perdebatan sengit di kalangan intelijen AS karena jika benar, maka Iran telah mengembangkan kemampuan tempur drone yang jauh lebih maju dari perkiraan sebelumnya.

"Beberapa drone saling terhubung dan bergerak serempak, drone yang lebih kecil di bawah drone yang lebih besar seperti kaki. Benar-benar seperti makhluk asing," kata seorang sumber pejabat intelijen yang mendengar langsung kesaksian sang pilot.

Berdasarkan laporan awal, formasi drone tersebut kemungkinan berperan dalam jatuhnya F-15E, meski penyebab pastinya masih dalam penyelidikan. Pilot yang identitasnya dirahasiakan itu berhasil melontarkan diri sebelum pesawatnya jatuh di wilayah Iran. Dia kemudian diselamatkan oleh pasukan khusus AS beberapa jam setelah insiden terjadi.

Sementara itu, kru sistem senjata yang berada di pesawat yang sama harus bertahan hidup lebih dari sehari dengan bersembunyi di pegunungan untuk menghindari penangkapan sebelum akhirnya ditemukan tim penyelamat. Insiden tersebut menjadi pukulan besar bagi militer AS karena menandai pertama kalinya pesawat tempur Amerika ditembak jatuh di atas wilayah Iran sejak perang pecah pada 28 Februari 2026.

Selain F-15E, Iran juga menembak jatuh pesawat serang A-10 milik AS. Namun pilot A-10 berhasil diselamatkan keluar menggunakan kursi lontar dan mendarat di laut, di luar wilayah Iran.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags