IHSG Catat Kinerja Terburuk di Asia Sepanjang Semester I 2026, Terkoreksi 34,74%

- Jumat, 10 Juli 2026 | 17:00 WIB
IHSG Catat Kinerja Terburuk di Asia Sepanjang Semester I 2026, Terkoreksi 34,74%

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatatkan kinerja paling buruk di Asia pada semester pertama 2026. Indeks acuan bursa saham Indonesia itu terkoreksi 34,74% secara year-to-date, jauh di bawah rata-rata bursa kawasan yang mayoritas mencatat penguatan.

Tekanan terhadap IHSG berasal dari aksi jual asing yang masif, ancaman penurunan status indeks global, serta sentimen makroekonomi domestik yang kurang kondusif. Dana asing tercatat keluar dalam jumlah besar, bahkan melampaui rekor saat pandemi Covid-19.

Selain itu, lembaga pemeringkat dan penyedia indeks seperti MSCI Inc. memberikan peringatan terkait tata kelola dan jumlah saham beredar (free float) di pasar modal Indonesia. Pelemahan nilai tukar rupiah dan ketidakpastian kebijakan fiskal turut mendorong investor asing untuk keluar.

Meski demikian, di tengah kejatuhan ini, valuasi saham di Bursa Efek Indonesia menjadi salah satu yang paling murah di kawasan. Sejumlah analis melihat potensi rebound jika fundamental ekonomi membaik.

Sebagai perbandingan, bursa Korea Selatan (KOSPI) mencatat penguatan tertinggi di Asia dengan kenaikan 101,14%, disusul Taiwan (TSE) sebesar 59,25%, Jepang (Nikkei 225) 39,18%, Thailand (SET) 26,32%, Singapura (Straits Times) 11,29%, dan Vietnam (VN-Index) 4,23%. Sementara itu, Filipina (PSEi) melemah tipis 0,26%, dan India (SENSEX) turun 10,26%.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags