Siklon Tropis Bavi Terpantau BMKG, Sejumlah Wilayah Indonesia Berpotensi Alami Cuaca Ekstrem

- Rabu, 08 Juli 2026 | 13:54 WIB
Siklon Tropis Bavi Terpantau BMKG, Sejumlah Wilayah Indonesia Berpotensi Alami Cuaca Ekstrem

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memantau pergerakan siklon tropis Bavi yang saat ini berada di Laut Filipina utara Papua. Meski tidak langsung melintasi Indonesia, badai dahsyat ini diprakirakan memicu dampak tidak langsung berupa angin kencang dan gelombang tinggi di sejumlah wilayah dalam 24 jam ke depan.

BMKG menjelaskan, Bavi berkembang dari bibit siklon tropis 95W dan mencapai intensitas siklon tropis pada 2 Juli 2026 pukul 07.00 WIB. Sistem ini kemudian memasuki wilayah monitoring Tropical Cyclone Warning Centre (TCWC) Jakarta pada 7 Juli 2026 pukul 07.00 WIB.

"Saat ini, posisi berada di Laut Filipina utara Papua," ungkap BMKG dalam keterangan resmi, Rabu (8/7).

Dampak tidak langsung yang perlu diwaspadai meliputi angin kencang di Sulawesi Utara, Maluku Utara, Papua Barat Daya, dan Papua Barat. Sementara itu, gelombang setinggi 1,25 hingga 2,5 meter berpotensi terjadi di Laut Maluku, Perairan Sangihe hingga Kepulauan Talaud, dan Samudera Pasifik Utara Papua. Gelombang yang lebih tinggi, antara 2,5 hingga 4 meter, diprakirakan melanda Samudera Pasifik utara Maluku hingga Papua Barat Daya.

"Masyarakat pesisir dan pelayaran di wilayah terdampak diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap hujan lebat, angin kencang, dan gelombang tinggi," imbau BMKG.

Sebelumnya, Bavi yang berkekuatan Kategori 5 pada Senin (6/7) telah menghantam teritori Pasifik AS, yakni Guam dan Kepulauan Mariana Utara. Kerusakan parah terjadi di Pulau Rota akibat sapuan mata badai dengan kecepatan 290 km/jam serta cuaca ekstrem yang menyertainya.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags