Serikat Jurnalis Palestina Catat 89 Pelanggaran Israel terhadap Wartawan Sepanjang Juni

- Rabu, 08 Juli 2026 | 13:50 WIB
Serikat Jurnalis Palestina Catat 89 Pelanggaran Israel terhadap Wartawan Sepanjang Juni

Serikat Jurnalis Palestina melaporkan peningkatan signifikan pelanggaran yang dilakukan militer Israel terhadap jurnalis Palestina sepanjang Juni. Sebanyak 89 pelanggaran didokumentasikan, menargetkan jurnalis, pekerja media, dan mahasiswa jurnalistik di tengah terus berlanjutnya tekanan terhadap kebebasan pers.

Dalam laporan yang diterbitkan Komite Kebebasan Serikat Jurnalis Palestina pada Selasa (7/7), pelanggaran yang tercatat meliputi pembunuhan, penangkapan, luka-luka, penahanan, penghalangan peliputan, perusakan properti, penyerangan fisik, dan pencurian. Angka ini menunjukkan eskalasi yang mengkhawatirkan dalam serangan terhadap keselamatan jurnalis.

Salah satu insiden paling tragis adalah tewasnya kamerawan Al Jazeera Mubasher, Ahmad Washah, setelah rumahnya di Kamp Pengungsi Al-Bureij menjadi sasaran serangan. Selain itu, sejumlah jurnalis mengalami luka akibat tembakan peluru tajam dan tabung gas air mata, serta berulang kali mengalami sesak napas akibat paparan gas saat meliput di lapangan.

Militer Israel disebut bertanggung jawab atas sebagian besar pelanggaran tersebut. Bentuk pelanggaran yang paling sering terjadi adalah penghalangan terhadap peliputan media, dengan 36 kasus yang dilakukan melalui berbagai cara. Laporan juga mencatat sejumlah kasus penahanan terhadap jurnalis ketika sedang atau setelah menjalankan tugas jurnalistik, termasuk pemeriksaan, penyitaan kendaraan atau kunci kendaraan, serta pelarangan melanjutkan peliputan. Praktik ini dinilai sebagai cara untuk menghambat kerja media.

Selain itu, terdapat tiga kasus penangkapan yang melibatkan dua jurnalis perempuan dan seorang jurnalis laki-laki, serta seorang mahasiswi bidang media. Penangkapan dilakukan baik saat penggerebekan rumah maupun ketika para jurnalis sedang meliput peristiwa di lapangan. Dalam beberapa kasus, masa penahanan mereka juga diperpanjang.

Serikat Jurnalis Palestina mencatat bahwa konsentrasi pelanggaran cukup tinggi pada paruh kedua Juni, terutama antara 15 hingga 29 Juni, ketika lebih dari separuh kasus terjadi. Peningkatan ini sejalan dengan eskalasi serangan militer Israel dan aktivitas yang berkaitan dengan permukiman Israel. Sebagian besar pelanggaran terjadi saat jurnalis sedang menjalankan tugas peliputan, menunjukkan bahwa aktivitas media menjadi sasaran langsung, bukan sekadar kebetulan berada di lokasi bentrokan.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags