Menteri Informasi Lebanon, Paul Morcos, mengungkapkan bahwa kerugian material langsung akibat perang Israel di negaranya diperkirakan mencapai 3-4 miliar dolar AS atau setara Rp64 triliun. Angka tersebut bersifat sementara dan belum mencakup kerugian ekonomi atau kerusakan tidak langsung.
Pernyataan itu disampaikan Morcos setelah mengikuti pertemuan menteri yang membahas dampak konflik. Menurut kantor berita nasional NNA, perkiraan kerugian muncul di tengah terus berlangsungnya pelanggaran gencatan senjata oleh tentara Israel, yang sebelumnya telah menandatangani perjanjian kerangka kerja yang dimediasi Amerika Serikat bersama Lebanon.
Pada hari yang sama, pasukan Israel meledakkan rumah-rumah dan melakukan ledakan di dua kota di Lebanon selatan. Semalam, mereka juga meledakkan bahan peledak di kota Houla, distrik Marjayoun.
Morcos menambahkan, pertemuan menteri membahas hasil kunjungan lapangan para menteri ke desa-desa dan kota-kota di selatan. Fokus pembahasan meliputi cara mendukung kembalinya penduduk ke daerah mereka serta menyediakan tempat tinggal yang layak.
Para menteri juga membahas dukungan terhadap kebutuhan pemerintah daerah dan sektor ekonomi lokal untuk membantu warga kembali, menjelang dimulainya upaya rekonstruksi. Pada 26 Mei lalu, Lebanon dan Israel menandatangani perjanjian kerangka kerja di bawah mediasi AS yang mengatur penarikan bertahap Israel dari wilayah Lebanon.
Artikel Terkait
Ucapan Selamat Netanyahu ke AS Dibalas Makian Kasar oleh Komentator Pro-Palestina
Korban Tewas di Lebanon Akibat Serangan Israel Tembus 4.304 Jiwa
Remaja Palestina Tewas Ditembak Israel di Tepi Barat, Dua Lainnya Luka
Korban Tewas di Lebanon Tembus 4.304 Orang, Israel Bersikukuh Tak Tarik Pasukan