Ekspor Listrik ke Singapura Masih Terganjal Negosiasi Harga

- Selasa, 07 Juli 2026 | 10:30 WIB
Ekspor Listrik ke Singapura Masih Terganjal Negosiasi Harga

Rencana ekspor listrik dari Indonesia ke Singapura belum bisa terealisasi karena masih ada perbedaan pendapat soal harga jual. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan bahwa pemerintah masih membahas skema harga yang dinilai menguntungkan kedua belah pihak.

Bahlil menjelaskan, harga listrik di Indonesia saat ini ditetapkan oleh pemerintah, bukan oleh badan usaha. Oleh karena itu, setiap penetapan harga harus memberikan keuntungan yang seimbang bagi kedua negara.

"Nah, terkait dengan harga listrik ke Singapura, proses tahapannya berjalan, tetapi kita masih menegosiasikan harga. Regulasi kita memang menempatkan harga itu di pemerintah. Kita ingin ada win-win, saling menguntungkan," ujar Bahlil dalam keterangan resmi, Selasa (7/7/2026).

"Kerja sama itu harus saling menguntungkan kedua pihak. Tinggal di titik itu saja dan saya pikir sebentar lagi akan ada titik temu," sambungnya.

Ekspor listrik merupakan salah satu dari 26 kesepakatan yang dijalin oleh Indonesia dengan Singapura. Selain sektor energi, pertemuan kedua negara juga membahas berbagai agenda kerja sama bilateral, mulai dari perdagangan, investasi, konektivitas, ekonomi digital, keamanan siber, hingga pertahanan.

Dari 26 kesepakatan yang ditandatangani, sebanyak 18 merupakan kerja sama antarpemerintah, sedangkan delapan lainnya merupakan kerja sama antarpelaku usaha.

Rencana perdagangan listrik lintas batas menjadi bagian dari penguatan hubungan ekonomi kedua negara, khususnya dalam pengembangan energi hijau dan transisi energi. Namun, penyelesaian negosiasi harga tetap menjadi penentu agar kerja sama tersebut dapat segera diimplementasikan.

Kesepakatan harga yang seimbang dinilai penting agar ekspor listrik tidak hanya menjadi transaksi komersial, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi nyata bagi Indonesia serta mendukung keberlanjutan kerja sama energi dengan Singapura.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags