Di Singapura, harga sebotol air mineral AQUA ukuran 600 ml mencapai 15 ribu rupiah. Namun, warga negara Indonesia yang tinggal di sana punya cara untuk tidak perlu mengeluarkan uang sebanyak itu: air keran di negara tersebut sudah layak minum. Keluarga-keluarga pun tak perlu lagi berlangganan air galon yang bisa menghabiskan 200-300 ribu rupiah per bulan.
Fakta ini mengingatkan pada gagasan yang pernah diusung Anies Baswedan saat Pilpres lalu: program air keran minum langsung. Dari semua isu politik yang diangkat Anies, isu 'water justice' dinilai paling penting. Data menunjukkan 38 persen warga Indonesia bergantung pada air kemasan, sebuah kondisi yang dinilai menyedihkan. Persoalan ini tak lepas dari politik ekonomi air yang nilai bisnisnya mencapai triliunan rupiah.
Seorang pengguna X dengan akun @fearlessbarb13 menceritakan pengalamannya saat baru pindah ke Singapura. Ia selalu membeli air untuk konsumsi harian hingga seorang teman sesama Indonesia bertanya, "Kk selama ini beli air buat minum? Kan air keran SG bisa langsung diminum Kak!" Sejak itu, ia sadar dan bisa hemat ratusan dolar per bulan hanya dengan beralih ke air keran.
Pengguna lain, @sociotalker, mengingatkan bahwa tiga tahun lalu sudah ada yang ingin menyelesaikan masalah ini, merujuk pada gagasan Anies. Namun, hingga kini realisasi program tersebut belum terlihat.
Artikel Terkait
Anies Baswedan: Tak Menyesal Bantu Jokowi, tapi Sorot Perubahan Arah Kebijakan
Partai Gerakan Rakyat Serahkan 14.405 Dokumen ke Kemenkum untuk Lanjutkan Proses Badan Hukum
Singapura Menang atas Thailand tetapi Gagal ke Final, Pelatih: Sepak Bola Itu Kejam
Singapura Gagal ke Final Piala AFF 2026, Pelatih: Sepak Bola Itu Kejam