Persidangan perebutan hak asuh anak antara Ruben Onsu dan Sarwendah akan dimulai pada 15 Juli 2026. Di tengah proses hukum yang memanas, pihak Ruben mengajukan usulan mengejutkan: anak-anak mereka tinggal bersamanya selama satu tahun penuh.
Melalui kuasa hukumnya, Minola Sebayang, Ruben menantang agar anak-anak diberi waktu setahun tinggal bersamanya sebagai cara paling adil untuk mengukur kenyamanan dan kondisi psikologis mereka. Usulan ini muncul setelah anak-anak tampak canggung saat bertemu ayah kandungnya sendiri setelah hampir setahun di bawah asuhan Sarwendah.
"Kalau mau fair, izinkan anak-anak setahun dulu sama Ruben. Baru setelah setahun, tanya anak-anak gimana rasanya," ujar Minola di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (6/7/2026).
Pihak Ruben menduga ada sesuatu yang terjadi di lingkungan Sarwendah selama setahun terakhir yang membuat anak-anak merasa tidak nyaman dengan ayahnya. "Satu tahun lebih kurang ketika anak berada dalam hak asuh ibunya, pasti ada sesuatu yang terjadi. Patut diduga membuat anak-anak akhirnya tertanam dalam pikirannya tidak nyaman bersama ayah kandungnya. Merasa canggung, tapi malah nyaman dengan orang asing," lanjut Minola.
Belakangan, publik menyoroti perubahan sikap anak-anak yang tampak menjaga jarak saat bertemu Ruben, terutama saat momen umrah beberapa waktu lalu. Minola menegaskan kecanggungan itu bukan hal alami, melainkan diduga hasil pengaruh lingkungan. "Merasa anak-anak canggung dengan ayah kandungnya, tapi merasa nyaman dengan orang asing yang bukan ayah kandungnya. Ini kan kelogikaannya ke sana. Jangan itu dijadikan alasan utama bahwa anak tidak nyaman sama ayahnya," tegasnya.
Tolak Landasan 'Tanya Anak'
Minola memperingatkan Majelis Hakim agar tidak hanya menggunakan rasa nyaman atau tidak nyaman anak saat ini sebagai satu-satunya landasan putusan. Anak di bawah umur, katanya, sangat rentan terhadap pengaruh lingkungan. "Jangan dijadikan itu landasan. Kita enggak tahu ada situasi apa di lingkungan itu yang membuat anak-anak yang dulunya nyaman, dulunya happy, tiba-tiba berubah. Makanya biar adil, setahun sama ibunya, setahun sama ayahnya. Itu lebih fair," ujarnya.
Fokus utama Ruben adalah menarik anak-anak dari lingkungan yang dianggap tidak sehat. Minola membeberkan kekhawatiran soal anak-anak yang diduga dieksploitasi untuk konten media sosial. "Kami tetap fokus agar anak-anak tidak patut diduga dieksploitasi, dipekerjakan malam hari untuk live TikTok, atau menyaksikan hal-hal dewasa yang tidak seharusnya disaksikan. Itu bisa merusak psikologis dan pertumbuhan anak," ungkapnya.
Saat ini, pihak Ruben tengah menyiapkan bukti-bukti yang tidak lagi menyentuh aib masa lalu pernikahan, melainkan fokus pada lingkungan aman bagi anak. "Bukan membuktikan kejelekan waktu masa perkawinan, itu sudah selesai. Kami akan siapkan bukti bahwa anak-anak berada dalam lingkungan yang tidak aman saat ini," pungkasnya.
Artikel Terkait
Kuasa Hukum Ruben Onsu Anggap Wajar Kecanggungan Anak saat Bertemu Ayah
Petisi Boikot Sarwendah Tembus 81.600 Tanda Tangan, Ruben Onsu Buka Suara
Kuasa Hukum Ruben Onsu Soroti Pernyataan Berbeda Pihak Sarwendah soal Gugatan Hak Asuh Anak
Kecewa pada Jordi, Ruben Onsu Ikhlas Dihadang Ultimatum