Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengakui masih terdapat kekurangan dalam pelaksanaan program prioritas seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih. Pemerintah, kata dia, terus melakukan evaluasi dan penyempurnaan agar program berjalan lebih efektif.
Purbaya menyatakan bahwa setiap program baru pasti menghadapi tantangan di tahap awal. Oleh karena itu, pengawasan dan perbaikan akan terus dilakukan. Pemerintah telah mengambil langkah efisiensi anggaran, memperkuat mekanisme pengawasan, serta meningkatkan koordinasi dengan instansi pelaksana demi akuntabilitas penggunaan anggaran negara.
“Pemerintah tidak menutup mata terhadap berbagai kekurangan yang ada. Yang terpenting adalah setiap kelemahan segera diperbaiki dan pengawasannya diperkuat,” ujar Purbaya dalam keterangan tertulis, Senin (6/7/2026).
Dalam setiap pembahasan kebijakan strategis di tingkat kabinet, Kementerian Keuangan selalu menyampaikan analisis risiko fiskal dan dampak anggaran sebagai bahan pertimbangan Presiden. Purbaya memastikan seluruh keputusan diambil melalui mekanisme pembahasan bersama dengan mempertimbangkan aspek ekonomi, sosial, dan kemampuan fiskal negara.
Di sisi lain, Purbaya menegaskan fundamental perekonomian Indonesia tetap kuat dan tidak sedang menuju krisis. Pemerintah menjaga stabilitas ekonomi melalui pengelolaan fiskal yang pruden, penguatan pertumbuhan, dan peningkatan efektivitas program prioritas nasional. Berbagai indikator makro menunjukkan perbaikan yang menjadi landasan optimisme terhadap prospek ekonomi ke depan.
“Perekonomian kita terus bergerak membaik. Memang masih ada tantangan, namun Indonesia tidak sedang menuju krisis. Fundamental ekonomi kita tetap kuat dan akan terus diperbaiki,” ujar dia.
Purbaya menjelaskan bahwa pertumbuhan ekonomi merupakan akumulasi dari berbagai aktivitas di tingkat masyarakat. Pemerintah terus mendorong kebijakan yang memperkuat kegiatan ekonomi riil agar manfaat pertumbuhan semakin dirasakan. Inflasi juga dijaga tetap terkendali, sementara pelemahan nilai tukar rupiah dinilai lebih dipengaruhi sentimen pasar ketimbang perubahan fundamental ekonomi nasional. Pemerintah bersama otoritas terkait terus menjaga stabilitas sistem keuangan melalui koordinasi di Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK).
Dia memastikan kondisi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tetap sehat. Defisit APBN dijaga di bawah batas maksimal 3 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), dan rasio utang pemerintah masih pada tingkat yang aman dibandingkan negara lain.
“Tahun lalu defisit APBN berada di kisaran 2,81 persen dari PDB dan tahun ini diperkirakan tetap di bawah 3 persen. Rasio utang pemerintah juga masih sekitar 40 persen terhadap PDB sehingga masih berada dalam kategori yang pruden,” kata Purbaya.