Aphelion Juli 2026: Bumi di Titik Terjauh dari Matahari, BMKG Pastikan Tak Berbahaya

- Senin, 06 Juli 2026 | 14:35 WIB
Aphelion Juli 2026: Bumi di Titik Terjauh dari Matahari, BMKG Pastikan Tak Berbahaya

Bumi akan kembali mengalami fenomena aphelion pada Juli 2026, yaitu titik terjauh dalam orbitnya mengelilingi Matahari. Meski rutin terjadi setiap tahun, fenomena ini kerap disertai informasi keliru yang beredar di masyarakat. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menegaskan bahwa aphelion tidak berbahaya dan tidak berdampak signifikan pada cuaca atau kesehatan.

Aphelion adalah kondisi ketika Bumi berada pada jarak paling jauh dari Matahari akibat bentuk orbit elips. Menurut data astronomi, perbedaan jarak saat aphelion hanya sekitar 3 persen lebih jauh dibandingkan saat perihelion titik terdekat sehingga tidak menimbulkan perubahan yang bisa dirasakan secara langsung.

Fenomena ini akan terjadi pada 6 Juli 2026 pukul 17.30 UTC, atau bertepatan dengan Selasa, 7 Juli 2026 pukul 00.30 WIB. Seluruh wilayah Indonesia mengalami aphelion pada waktu yang sama, namun tidak dapat diamati secara kasatmata.

BMKG dalam siaran persnya menegaskan bahwa aphelion tidak menyebabkan penurunan suhu ekstrem, memicu penyakit, atau meningkatkan penyebaran virus. "Berbagai informasi yang mengaitkan aphelion dengan dampak kesehatan tidak memiliki dasar ilmiah," demikian pernyataan BMKG.

SpaceDaily turut menjelaskan bahwa musim di Bumi tidak ditentukan oleh jarak terhadap Matahari, melainkan oleh kemiringan sumbu rotasi Bumi yang memengaruhi sudut datang sinar Matahari. Dengan demikian, aphelion tidak berpengaruh pada pergantian musim.

Dampak aphelion bagi Indonesia pun dinilai tidak signifikan. Cuaca di Indonesia lebih dipengaruhi oleh faktor atmosfer seperti angin muson, suhu permukaan laut, dan dinamika iklim lainnya. Satu-satunya efek astronomi adalah posisi Bumi yang sedikit lebih jauh dan kecepatan orbit yang sedikit melambat, namun perubahan ini tidak terasa.

BMKG mengimbau masyarakat untuk tidak mudah percaya pada hoaks yang mengaitkan aphelion dengan cuaca ekstrem atau klaim kesehatan, dan selalu merujuk pada sumber resmi.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags