Honda, Nissan, dan Mitsubishi Jajaki Penggunaan ECU Bersama untuk Generasi Mobil Berikutnya

- Sabtu, 04 Juli 2026 | 16:00 WIB
Honda, Nissan, dan Mitsubishi Jajaki Penggunaan ECU Bersama untuk Generasi Mobil Berikutnya

Tiga pabrikan otomotif Jepang Honda, Nissan, dan Mitsubishi dikabarkan tengah menjajaki penggunaan electronic control unit (ECU) yang sama untuk model generasi berikutnya. Langkah ini menjadi bagian dari strategi menekan biaya pengembangan kendaraan di tengah persaingan industri yang semakin ketat.

ECU yang tengah dikembangkan akan menjadi pusat kendali berbagai sistem kendaraan modern. Fungsinya mencakup fitur bantuan berkendara (ADAS), teknologi mengemudi otonom, hingga sistem infotainment pada kendaraan berbasis perangkat lunak atau software-defined vehicle (SDV). Teknologi ini tidak hanya disiapkan untuk mobil listrik murni, tetapi juga akan digunakan pada model hybrid generasi berikutnya.

Dengan menggunakan platform elektronik yang sama, ketiga pabrikan diharapkan dapat menekan biaya pengembangan sekaligus mempercepat proses produksi. Saat ini, pembahasan kerja sama tersebut masih berlangsung. Ketiga perusahaan disebut masih merampungkan skema pengembangan dan pengadaan ECU sebelum mencapai kesepakatan final.

Selain berbagi komponen, Honda dan Nissan juga dikabarkan tengah mempertimbangkan penggunaan perangkat lunak serta sistem operasi yang sama untuk kendaraan SDV di masa depan. Langkah itu menjadi bagian dari strategi memperluas kolaborasi di bidang teknologi.

Kerja sama ini merupakan kelanjutan hubungan antara Honda, Nissan, dan Mitsubishi setelah rencana merger Honda dan Nissan batal terealisasi pada awal 2025. Meski demikian, ketiga perusahaan tetap melanjutkan pembahasan di sejumlah bidang yang dinilai dapat meningkatkan efisiensi.

Dalam beberapa bulan terakhir, Honda dan Nissan juga disebut menjajaki kerja sama produksi kendaraan di Amerika Utara. Salah satu skenario yang dibahas adalah pemanfaatan fasilitas produksi Nissan untuk memproduksi model pikap bagi Honda.

Kolaborasi antarprodusen otomotif kini menjadi tren yang semakin umum di industri global. Selain menekan biaya riset dan pengembangan, penggunaan komponen bersama juga dinilai mampu mempercepat adopsi teknologi baru, terutama pada kendaraan listrik dan kendaraan berbasis perangkat lunak.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags