Rentetan serangan rudal dan drone Rusia menghantam ibu kota Ukraina, Kyiv, pada Rabu malam hingga Kamis dini hari, menewaskan sedikitnya 13 orang dan melukai 86 lainnya. Otoritas setempat mendesak sekutu untuk segera mengirimkan lebih banyak sistem pertahanan udara guna menghadapi ancaman yang terus meningkat.
"Hingga saat ini, 13 kematian telah tercatat," tulis Wali Kota Kyiv, Vitali Klitschko, di media sosial. Serangan itu menghancurkan sejumlah gedung apartemen di pusat kota. Ledakan mulai terdengar sejak Rabu malam dan berlangsung hingga dini hari, ketika rudal dan drone Rusia menghujani daerah permukiman.
Serangan ini terjadi hanya beberapa jam setelah Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky memperingatkan bahwa Moskow sedang mempersiapkan "serangan besar-besaran". Angkatan udara Ukraina melaporkan Rusia menembakkan 496 drone dan 74 rudal, termasuk proyektil balistik yang sulit dicegat.
Menteri Luar Negeri Ukraina, Andriy Sybiga, menyerukan tindakan cepat dari mitra internasional. "Jangan tunda keputusan tentang pertahanan udara untuk Ukraina! Ini adalah permintaan utama kami kepada mitra-mitra kami setelah Kyiv mengalami malam yang mengerikan," tulisnya di media sosial.
Rusia secara rutin meluncurkan rudal dan drone ke kota-kota Ukraina, termasuk Kyiv, selama invasi yang telah berlangsung lebih dari empat tahun. Konflik ini telah menjadi yang paling mematikan di Eropa sejak Perang Dunia II.
Artikel Terkait
Krisis Bahan Bakar di Rusia: Akankah Tekanan Ukraina Paksa Putin Bernegosiasi?
Zelensky Sindir Rusia yang Mulai Antre BBM Akibat Perang
Sarang Burung dari Kabel Serat Optik Ditemukan di Garis Depan Perang Ukraina
Tiga Pekerja Bar di Rusia Dipenjara karena Terlibat Komunitas LGBT