Keluarga seorang aparatur sipil negara (ASN) di Bangkalan, Madura, menduga kuat bahwa Ruly Yunis Setiawati menjadi korban pembunuhan. Perempuan yang menjabat sebagai Sekretaris Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPRKP) Bangkalan itu ditemukan tewas di dalam mobil dinas berpelat merah di area parkir Terminal 1 Bandara Juanda, Sidoarjo, pada Rabu (25/6). Temuan itu mengungkap rangkaian peristiwa yang membingungkan sejak korban meninggalkan rumah tanpa pamit seminggu sebelumnya.
Ruly diketahui meninggalkan kediamannya di kawasan Mlajah, Bangkalan, pada Kamis (18/6). Kepergiannya tidak menimbulkan kecurigaan karena bertepatan dengan hari kerja. "Tidak pamit karena itu hari kerja, dipikir berangkat kerja," ujar Risang Bisma Wijaya, kuasa hukum keluarga, Jumat (26/6). Namun, hari-hari berikutnya justru diisi dengan komunikasi yang ganjil dan jejak digital yang membawa petunjuk ke luar kota.
Pada malam harinya, sekitar pukul 20.00, korban mengirimkan titik lokasi GPS kepada keluarga. Titik itu menunjukkan ia berada di sebuah toko buah di wilayah Pujon, Kabupaten Malang. "Kamis malam sekitar pukul 20.00 shareloc berada di toko buah di Pujon, Malang," kata Risang. Keesokan harinya, Jumat (19/6), Ruly masih sempat menghubungi adiknya melalui panggilan video hingga malam hari. Kontak terakhir dengan suaminya terjadi pada Sabtu (20/6) pagi pukul 07.00. "Setelah siang hari itu los kontak hingga jasadnya ditemukan di Juanda," ungkap Risang.
Jeda waktu antara kontak terakhir dan penemuan jasad itulah yang menjadi titik gelap bagi keluarga. Risang menduga selama periode itu korban tidak sendirian. Kecurigaan itu menguat setelah pihak keluarga menelusuri rekaman kamera pengawas di Bandara Juanda. "Hasil dari rekaman video CCTV, mobil dinas korban dikemudikan oleh pria pakai kacamata, bermasker, mengenakan kaus warna biru dan berjam tangan," jelas Risang. Sosok pria misterius itu hingga kini belum teridentifikasi.
Keluarga baru mengetahui keberadaan Ruly pada Rabu (24/6) melalui unggahan di media sosial. Saat itu, kabar yang beredar menyebutkan ada mobil dinas berisi jenazah perempuan di parkiran bandara. "Dari media sosial, kalau ada mobil dinas, istrinya, mobil dinas yang biasa dipakai istrinya itu ditemukan di bandara dalam keadaan katanya banyak darah berceceran. Setelah di cek, itu benar mobil dinas korban," pungkas Risang. Korban ditemukan dalam kondisi sudah meninggal, diduga telah berlalu beberapa hari sebelumnya. Terdapat luka pada tubuhnya dan perhiasan yang biasa ia kenakan dilaporkan hilang. Polisi masih menyelidiki kasus ini.
Artikel Terkait
kumparan Luncurkan Program Berita Interaktif, Pemirsa Bisa Pilih dan Bahas Langsung Isu Harian
Inovasi Pakan Murah dan Praktis Digadang Jadi Kunci Dongkrak Produktivitas Peternakan Rakyat di Garut
Rumah Ambruk di Bendungan Hilir akibat Abrasi Sempadan Sungai, Bronjong Dipasang Cegah Longsor Meluas
Ibu di Cianjur Tega Biarkan Anak Jadi Korban Kekerasan Seksual karena Takut Diceraikan Suami