Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menggagas sebuah kompetisi bernama Setkab Gengs yang bertujuan menjadi wadah bagi para pegawai Sekretariat Kabinet untuk menyampaikan gagasan, inovasi, dan solusi kebijakan. Inisiatif ini dirancang untuk mendukung program prioritas pemerintah serta Asta Cita Presiden.
Kompetisi ini merupakan bagian dari upaya pelaksanaan reformasi birokrasi di lingkungan Sekretariat Kabinet. Fokus utamanya adalah memperkuat budaya kerja yang inovatif, kolaboratif, dan berorientasi pada solusi, sekaligus meningkatkan kapasitas sumber daya manusia (SDM) di instansi tersebut.
"Seluruh pegawai diberikan ruang untuk menyampaikan gagasan terbaik yang dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan mendukung kemajuan Indonesia," ujar Teddy dalam keterangan tertulisnya, Minggu (21/6/2026).
Pada tahap awal, kompetisi ini diikuti oleh 106 proposal yang berasal dari berbagai unit kerja di lingkungan Sekretariat Kabinet. Setelah melalui proses seleksi yang ketat, sebanyak 30 proposal terbaik dinyatakan lolos ke babak penyisihan yang digelar pada 26 April 2026.
Dari jumlah tersebut, 16 proposal terbaik kemudian dipilih untuk dipresentasikan langsung di hadapan Teddy. Presentasi tersebut dilakukan dalam format 3-minute pitch pada Senin (8/6/2026).
Melalui format presentasi singkat itu, para peserta tidak hanya ditantang untuk menghasilkan ide yang relevan dan aplikatif. Mereka juga diasah kemampuannya dalam berpikir kritis, menyampaikan gagasan secara efektif, serta merespons berbagai pertanyaan dan masukan secara terukur.
Seskab Teddy berharap kompetisi ini tidak berhenti sekadar sebagai ajang penyampaian gagasan semata. "Gagasan-gagasan yang lahir dari Kompetisi Gagasan Setkab Gengs diharapkan dapat dikembangkan menjadi solusi konkret yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus mendukung kemajuan Indonesia," pungkasnya.
Artikel Terkait
JD Vance Akui Ada Perbedaan Pandangan Signifikan antara Trump dan Netanyahu soal Strategi Akhiri Perang dengan Iran
Prabowo Bahas Percepatan Transformasi BUMN dan Peran Danantara dalam Pertumbuhan Ekonomi
FAO Proyeksikan Stok Beras Indonesia Capai 7,5 Juta Ton, Berpotensi Kembali Ekspor
SEMMI: Penjajahan Kini Halus Lewat Informasi, Nasionalisme Harus Diperbarui