Pemain Timnas Spanyol dan Barcelona, Lamine Yamal, secara terbuka mengakui Lionel Messi sebagai pemain terbaik sepanjang sejarah sepak bola. Namun, dalam pernyataan yang memicu perdebatan baru di kalangan penggemar, bintang muda berusia 17 tahun itu justru menyebut nama lain sebagai sosok yang paling menginspirasi kariernya.
Yamal tidak ragu menempatkan Messi di puncak hierarki pesepak bola dunia. Ia menilai konsistensi megabintang Argentina tersebut di setiap pertandingan menjadi bukti nyata yang tak terbantahkan. “Saya pikir di setiap pertandingan Messi menunjukkan bahwa dia adalah pemain terbaik dalam sejarah,” ujar Yamal. “Jika seseorang masih memiliki keraguan, itu karena mereka memang mencarinya; tidak ada lagi yang perlu dikatakan. Bagi saya, dia adalah yang terbaik,” tambahnya dengan tegas.
Meski demikian, jawaban berbeda justru keluar saat Yamal ditanya mengenai figur yang menjadi panutan dalam bermain bola. Ia memilih Neymar sebagai idola utama yang memengaruhi gaya bermainnya, terutama dalam hal menggiring bola, kelincahan, dan keberanian menghadapi lawan. “Jelas, idola saya adalah Neymar karena saya suka melihat cara dia bermain, tetapi Messi adalah yang terbaik, dan tidak ada perdebatan mengenai hal itu,” beber Yamal.
Di sisi lain, Yamal juga menyoroti kondisi fisiknya menjelang laga Spanyol melawan Arab Saudi di Piala Dunia 2026. Ia menegaskan pentingnya proses pemulihan yang bertahap setelah sempat mengalami cedera. Pemain muda itu mengaku belum siap bermain penuh selama 90 menit dan memilih menyesuaikan diri dengan kondisi fisiknya terlebih dahulu. “Saya pikir ini masih terlalu cepat, itu tidak perlu. Saya memiliki proses adaptasi terlebih dahulu,” kata Yamal. “Saya rasa ini bukan waktu yang tepat untuk bermain satu pertandingan penuh, tetapi saya bisa memainkan menit yang diberikan pelatih,” jelasnya.
Sementara itu, Yamal menegaskan bahwa Spanyol tidak akan menghindari lawan berat di fase gugur turnamen paling bergengsi tersebut. Ia bahkan menyambut kemungkinan bertemu Argentina di babak 16 besar. Menurutnya, menghadapi tantangan terbesar adalah bagian penting dalam perjalanan meraih gelar juara. “Kami adalah Spanyol dan kami ingin bermain melawan yang terbaik,” kata Yamal. “Gaya bermain saya berbeda, dan saya fokus untuk menikmati dan menang. Saya tidak ingin mencetak 16 gol dan tersingkir di semifinal. Itu bukan yang saya cari,” pungkasnya.
Artikel Terkait
Pramono Anung Resmikan Penataan Jalan Rasuna Said, Potong 109 Tiang Monorel Bekas Era Sutiyoso
Lelang Barang Rampasan KPK Juni 2026: iPhone XS Laku Rp34 Juta, Melonjak 100 Kali Lipat dari Harga Limit
Zlatan Ibrahimovic Prediksi Amerika Serikat Juara Piala Dunia 2026
Pramono Angkat Bicara Soal Ojol Histeris Motor Diangkat Petugas, Sebut Tak Ada Pungutan dalam Penyelesaian