Titiek Soeharto Takjub Saat Tinjau BLK Hortikultura di Nusakambangan, Puji Kualitas Anggur Hasil Binaan Narapidana

- Sabtu, 20 Juni 2026 | 20:15 WIB
Titiek Soeharto Takjub Saat Tinjau BLK Hortikultura di Nusakambangan, Puji Kualitas Anggur Hasil Binaan Narapidana

Ketua Komisi IV DPR RI, Siti Hediati Soeharto, yang akrab disapa Titiek Soeharto, mengaku takjub saat meninjau Balai Latihan Kerja (BLK) Hortikultura di Pulau Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah. Kunjungan kerja yang dilakukan pada Sabtu, 20 Juni 2026 itu membuatnya betah berlama-lama, terutama ketika berada di area perkebunan anggur.

Memasuki greenhouse anggur, Titiek langsung menunjukkan rasa penasarannya. “Oh ini yang kecil-kecil ya? Enak ini, manis. Ini jenis apa?” tanyanya kepada pegawai yang mendampingi. Seorang petugas menjelaskan bahwa varietas anggur tersebut adalah Jupiter. Tanpa ragu, Titiek mengambil gunting yang telah disediakan oleh pihak lembaga pemasyarakatan bagi pengunjung yang ingin memanen langsung.

Sembari memotong tangkai anggur yang masih menempel di rambatan, Titiek menyempatkan diri berdialog dengan seorang narapidana. Ia ingin mengetahui secara langsung proses penanaman hingga masa panen. “Ini hasil yang nanem juga warga binaan pemasyarakatan. Mas, diurusi berapa bulan ini? Eh, berapa tahun sampai bisa begini?” tanyanya.

Narapidana tersebut menjawab bahwa proses perawatan hingga anggur siap panen memakan waktu satu setengah tahun. Titiek pun terkejut. “Satu tahun setengah sudah bisa panen?” tanyanya lagi. Narapidana itu menegaskan bahwa tanaman tersebut bahkan sudah memasuki masa panen keempat kalinya.

Titiek kemudian memuji ketelatenan dan keterampilan para warga binaan dalam merawat tanaman anggur. Menurutnya, anggur yang dibudidayakan di Nusakambangan memiliki aroma yang harum dan rasa yang manis. Ia mengibaratkan buah tersebut seperti permen karena kombinasi rasa dan aromanya yang khas. “Oh luar biasa. Jajal sik. Ini manis, wangi ya. Koyok permen tenane. Jadi Nusakambangan bukan sesuatu yang seram, tapi jangan sampai masuk ke Nusakambangan,” ujarnya sambil berseloroh.

Sementara itu, transformasi Nusakambangan menjadi pusat pelatihan keterampilan merupakan gagasan yang dicanangkan oleh Menteri Agus setelah dilantik oleh Presiden Prabowo. Pada masa transisi Direktorat Jenderal Pemasyarakatan dari Kementerian Hukum dan HAM ke Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, Menteri Agus menerima laporan dari Badan Pemeriksa Keuangan mengenai banyaknya aset kementerian yang berstatus lahan tidur atau idle.

Atas dasar itu, Menteri Agus berupaya menghidupkan kembali lahan-lahan tersebut dengan membangun balai latihan kerja. Langkah ini bertujuan agar para narapidana memiliki kegiatan pengembangan diri selama menjalani masa pidana. Keterampilan yang diperoleh di BLK diharapkan menjadi bekal saat mereka bebas, sehingga tidak kembali melakukan tindak kejahatan.

Di Nusakambangan, berbagai prasarana pelatihan telah berdiri. Di antaranya adalah workshop batako dan paving block berbahan dasar fly ash bottom ash, BLK konveksi, BLK pengolahan pupuk organik, budidaya ikan sidat, serta pengolahan sampah. Selain itu, terdapat pula budidaya ikan nila, lele, dan bawal, tambak udang vaname, peternakan sapi, domba, dan unggas, BLK pelintingan rokok, BLK produksi mocaf, hingga budidaya anggrek.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar