Veda Ega Pratama memastikan diri memulai balapan utama Moto3 Republik Ceko 2026 dari posisi start kedelapan setelah mencatatkan waktu terbaik pada sesi kualifikasi di Sirkuit Brno, Sabtu (20/6/2026). Pembalap Indonesia itu sukses menembus sesi kualifikasi kedua (Q2) dan akan memulai perlombaan dari baris ketiga. Catatan waktu 2 menit 05,270 detik yang ia torehkan cukup untuk mengamankan posisi delapan dalam daftar hasil akhir kualifikasi.
Hasil ini menjadi modal berharga bagi Veda untuk bersaing pada balapan utama yang dijadwalkan berlangsung Minggu (21/6/2026). Start dari baris ketiga membuka peluang lebih besar untuk langsung masuk ke dalam kelompok depan sejak lap awal. Dalam kelas Moto3, posisi start kerap menjadi faktor krusial karena persaingan biasanya berlangsung ketat dan banyak pembalap terjebak dalam rombongan besar.
Sementara itu, pole position direbut oleh David Almansa dengan catatan waktu 2 menit 04,069 detik, menjadikannya pembalap tercepat pada sesi kualifikasi di Brno. Posisi kedua ditempati Hakim Danish, sedangkan Maximo Quiles melengkapi tiga besar. Ketiganya akan memulai balapan dari baris terdepan.
Veda sendiri mendapat kesempatan langsung masuk ke Q2 setelah Eddie O’Shea didiskualifikasi dari sesi latihan. Ia kemudian mampu memperbaiki catatan waktunya dan naik ke posisi kedelapan. Bagi Veda, hasil ini mempertegas konsistensinya sepanjang musim Moto3 2026. Beberapa kali ia mampu bersaing di posisi kompetitif dan menunjukkan perkembangan di tengah persaingan ketat pembalap muda dunia.
Balapan utama Moto3 Republik Ceko akan menjadi kesempatan bagi Veda untuk mengonversi hasil kualifikasi menjadi poin penting. Jika mampu melakukan start dengan baik dan bertahan di grup depan, peluang finis di posisi sepuluh besar tetap terbuka lebar.
Artikel Terkait
Iran Tutup Selat Hormuz, AS Siaga Penuh di Jalur Pelayaran Strategis
Tim Pemkot Bogor Juarai Padel Battle Persahabatan Lawan Black Cats di Dream Padel
Pengendara Motor Tewas Terlindas Truk Usaha Salip di Jombang
PLN Minta Maaf atas Pemadaman Listrik di Jawa Akibat Kekurangan Pasokan Batu Bara dan Gangguan Teknis PLTU