Proyek pengembangan terminal Bandara Internasional Minangkabau (BIM) ditargetkan rampung pada kuartal pertama tahun 2027. PT Angkasa Pura Indonesia (Persero) atau InJourney Airports mengalokasikan dana sebesar Rp553 miliar untuk memperluas area bandara dari semula 20.568 meter persegi menjadi 49.450 meter persegi. Dengan perluasan ini, kapasitas bandara meningkat drastis dari 2,7 juta penumpang per tahun menjadi 5,7 juta penumpang per tahun.
Direktur Utama InJourney Airports, Mohammad R. Pahlevi, menjelaskan bahwa proyek ini merupakan salah satu dari empat program renovasi bandara yang akan dijalankan perusahaan pada tahun 2026. Menurutnya, pengembangan BIM menjadi bagian dari transformasi Premises untuk menghadirkan infrastruktur dan fasilitas yang berfokus pada pengalaman pelanggan di bandara.
"Pengembangan bandara menjadi bagian transformasi Premises untuk menghadirkan infrastruktur dan fasilitas yang berfokus pada customer experience di bandara," ujarnya dalam keterangan resmi, Jumat (19/6/2026).
Sementara itu, General Manager Bandara Internasional Minangkabau, Dony Subardono, merinci bahwa proyek ini mencakup perluasan terminal baru untuk area kedatangan domestik dan internasional, boarding lounge domestik dan internasional, serta area komersial dan lansekap terminal. Ia menegaskan bahwa bandara tidak hanya difungsikan sebagai tempat naik dan turun penumpang, tetapi juga sebagai etalase budaya yang ramah, modern, dan membanggakan bagi masyarakat Sumatra Barat.
"Kami ingin Bandara Internasional Minangkabau tidak hanya tempat naik dan turun dari pesawat saja, tetapi juga menjadi etalase budaya yang ramah, modern, dan membanggakan bagi masyarakat Sumatra Barat," tambahnya.
Proses beautifikasi terminal ditargetkan berjalan secara bertahap hingga triwulan pertama 2027. Dari total investasi yang disiapkan, sekitar Rp140 miliar dialokasikan khusus untuk pekerjaan beautifikasi interior dan peningkatan pengalaman pelanggan. Dalam desain baru tersebut, area lobi, ruang tunggu, musala, hingga toilet akan mengalami perubahan signifikan. Miniatur Istana Pagaruyung juga akan ditempatkan di area terminal sebagai ikon baru sekaligus titik foto bagi penumpang.
Luas terminal bertambah dari 20.568 meter persegi menjadi 49.950 meter persegi. Jumlah konter check-in juga akan meningkat dari 26 menjadi 35 unit, termasuk lima konter khusus pelanggan CIP. Di sisi lain, fasilitas baggage claim dan aerobridge turut diperluas.
"Semua interior sudah final decision, tinggal pelaksanaannya. Kami juga meminta pendampingan Kejaksaan Tinggi Sumatera Barat agar proses pengadaan berjalan sesuai aturan dan tidak terjadi kesalahan administrasi," kata Dony.
Program beautifikasi ini memiliki empat fokus utama. Pertama, sentuhan budaya Minangkabau yang modern melalui transformasi visual interior dengan perpaduan arsitektur modern dan motif tradisional seperti ukiran Kaluak Paku dan Pucuak Rebung. Kedua, peningkatan fasilitas dan kenyamanan melalui peremajaan area tunggu, optimalisasi ambience, serta peningkatan fasilitas toilet yang memenuhi standar global dan ramah disabilitas.
Ketiga, penataan alur penumpang dengan menata ulang tata letak area check-in dan komersial untuk menciptakan pergerakan yang lebih lancar, luas, dan bebas hambatan. Keempat, penyediaan area hijau di dalam terminal dengan menambahkan elemen lanskap hijau di titik-titik strategis sehingga membawa nuansa asri, sejuk, dan menenangkan bagi penumpang pesawat.
Artikel Terkait
Kementerian Haji dan Umrah Keluarkan Imbauan Baru bagi Jemaah di Masjid Nabawi, Larang Bagi-bagi Uang hingga Bawa Air Zamzam ke Indonesia
Gunung Lewotobi Laki-laki Erupsi, Kolom Abu Capai 600 Meter dan Warga Diimbau Waspada Lahar Hujan
Alex Tanque Resmi Tinggalkan PSM Makassar, PSIS Semarang Jadi Calon Pelabuhan Baru
Akses ke Kota Tua Jakarta Kian Mudah dengan Integrasi KRL, TransJakarta, dan Jaklingko