Ribuan massa memadati kawasan depan Hotel Sultan di Blok 15 Gelora Bung Karno (GBK), Kamis (18/6/2026) pagi, sebagai bentuk penolakan terhadap eksekusi lahan yang dijadwalkan berlangsung hari ini. Suasana tegang namun terkendali mewarnai lokasi sejak pukul 08.00 WIB, saat para pendemo mulai berdatangan dan berkumpul di depan lobi hotel.
Massa yang sebagian besar mengenakan gelang bendera merah putih itu beberapa kali meneriakkan yel-yel, salah satunya “Pribumi bersatu, membela Hotel Sultan!”. Sejumlah spanduk juga dibentangkan di berbagai titik, termasuk di balkon kamar dan di depan hotel. Beberapa di antaranya bertuliskan “Tolak eksekusi atau perampasan bisnis pengusaha pribumi”, “Eksekusi Hotel Sultan melanggar HAM”, hingga “Hotel Sultan bukan aset GBK”.
Seorang orator dari atas mobil komando memimpin aksi orasi, menyuarakan penolakan terhadap langkah pengadilan yang dinilai merugikan pengusaha pribumi. Sementara itu, aparat keamanan dari kepolisian dan TNI tampak berjaga di sekitar lokasi. Mereka beberapa kali berpatroli sambil berbaris untuk memastikan situasi tetap kondusif.
Eksekusi ini merupakan tindak lanjut dari tenggat waktu yang diberikan kepada PT Indobuildco untuk mengosongkan Blok 15 GBK, atau yang dikenal sebagai kawasan eks Hotel Sultan. Pusat Pengelolaan Komplek Gelora Bung Karno (PPKGBK) telah menyiapkan 300 personel gabungan untuk menjalankan proses pengosongan tersebut.
Ketua Tim Transisi Blok 15 GBK, Hendry Arisandi, pada Senin (15/6) menyatakan bahwa PPKGBK telah merancang mekanisme eksekusi secara matang, termasuk penanganan barang-barang milik PT Indobuildco yang masih berada di lokasi. Dalam pernyataannya, ia menegaskan bahwa seluruh barang akan didata, didokumentasikan, dipindahkan, dan disimpan secara rapi.
“Prinsip kami jelas, eksekusi ini adalah pelaksanaan perintah pengadilan. Namun pada saat yang sama, kami tetap menjaga hak-hak atas barang milik pengelola sebelumnya. Pihak Indobuildco diberikan waktu hingga enam bulan untuk mengambil barang mereka yang akan disimpan dan dicatat dengan baik oleh pihak PPKGBK,” ujar Hendry di Kompleks GBK Senayan, Jakarta.
Hingga berita ini diturunkan, proses eksekusi masih berlangsung dengan pengawalan ketat aparat keamanan. Belum ada laporan mengenai insiden atau bentrokan antara massa dan petugas di lapangan.
Artikel Terkait
Pemprov DKI Integrasikan CCTV dan Data Real-Time untuk Perkuat Sistem Pengendalian Banjir
OpenAI Catat Kerugian Rp690 Triliun di 2025 Meski Pendapatan Melonjak, IPO Dibayangi Tekanan Biaya Operasional
Kakorlantas: ODOL Bukan Pelanggaran Biasa, Melainkan Ancaman Langsung bagi Keselamatan Jiwa
Eksekusi Pengosongan Hotel Sultan Ricuh, Massa Lempar Botol dan Batu ke Aparat