Seorang perempuan berinisial YTT (29) ditemukan dalam kondisi memprihatinkan setelah diduga menjadi korban penyekapan dan penganiayaan oleh kekasihnya sendiri selama lebih dari tiga tahun. Peristiwa ini terungkap setelah korban yang berasal dari Antapani, Kota Bandung, dan telah lama menetap di Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung, ditemukan di sebuah rumah sakit dengan luka berat yang memengaruhi kemampuan penglihatan, bicara, hingga berjalan.
Korban diduga dianiaya oleh kekasihnya yang berinisial TH di sebuah indekos di wilayah Cileunyi, Kabupaten Bandung. Kasus ini mulai terkuak setelah pihak keluarga menerima informasi dari seseorang yang tidak dikenal melalui aplikasi WhatsApp, yang memberitahukan bahwa YTT berada di Instalasi Gawat Darurat Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung.
Menanggapi informasi tersebut, keluarga segera mendatangi rumah sakit dan menemukan korban dalam keadaan luka berat di bagian kepala, wajah, dan kaki, serta luka ringan di bagian tangan. Kabid Humas Polda Jawa Barat, Kombes Hendra Rochmawan, membenarkan bahwa laporan kasus ini telah diterima pada Jumat, 12 Juni 2026.
"Setelah itu pelapor mendatangi RSHS dan diketahui bahwa korban dalam keadaan luka berat di bagian kepala, wajah, kaki dan luka ringan di bagian tangan," ujar Hendra, Selasa (16/6/2026).
Selama kurang lebih tiga tahun, keluarga tidak mengetahui keberadaan YTT. Ia disebut-sebut menghilang tanpa kabar, dan tidak ada yang mengetahui di mana ia berada. Polisi menduga selama rentang waktu tersebut, korban berulang kali mengalami tindakan penganiayaan yang dilakukan oleh pelaku menggunakan berbagai cara, mulai dari tangan kosong, benda tumpul, hingga senjata tajam.
"Sebelumnya korban menghilang tidak ada kabar dan tidak diketahui keberadaannya selama kurang lebih 3 tahun," ungkap Hendra.
Selain penganiayaan, sejumlah barang berharga milik korban juga dilaporkan hilang. Polisi masih mendalami motif dan kronologi lengkap kejadian ini. Sementara itu, kondisi fisik YTT mengalami penurunan signifikan. Ia mengalami gangguan penglihatan, kesulitan berbicara, hingga tidak bisa berjalan akibat luka-luka yang dideritanya.
Artikel Terkait
Perpanjangan Dana Otsus Aceh Disetujui DPR, Publik Soroti Kesenjangan Anggaran Rp104 Triliun dengan Tingkat Kemiskinan
Uzbekistan vs Kolombia di Piala Dunia 2026: Duel Debutan Asia Tengah dan Kuda Hitam Amerika Selatan
Dirut Agrinas Sebut Pelatihan Semimiliter Calon Manajer Koperasi Desa demi Bangun Karakter Bangsa
Pelé, Roger Milla, dan Lucien Laurent Masih Pegang Rekor Abadi Piala Dunia Jelang 2026