Kesepakatan Damai AS-Iran Masih Diselimuti Ketidakjelasan, Dokumen Perjanjian Belum Dipublikasikan

- Rabu, 17 Juni 2026 | 05:55 WIB
Kesepakatan Damai AS-Iran Masih Diselimuti Ketidakjelasan, Dokumen Perjanjian Belum Dipublikasikan

Proses perdamaian antara Iran dan Amerika Serikat masih diselimuti ketidakjelasan. Meskipun Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa kesepakatan telah diteken, teks perjanjian damai antara kedua negara itu belum juga dipublikasikan hingga saat ini. Ketidakmampuan untuk membuka dokumen tersebut menimbulkan tanda tanya besar di kalangan pengamat hubungan internasional.

Wakil Presiden AS, Vance, dalam pernyataannya kepada NBC News mengungkapkan bahwa kesepakatan itu memuat kewajiban bagi pengawas nuklir untuk kembali ke Iran. Ia menyebut hal tersebut sebagai inti dari perjanjian yang telah dirancang. Oleh karena itu, menurutnya, dokumen belum bisa disebarluaskan ke publik.

“Badan Energi Atom Internasional (IAEA) dan Amerika Serikat akan membantu Iran menghancurkan persediaan uranium yang sangat diperkaya. Itu adalah sesuatu yang dijelaskan dengan sangat jelas dalam nota kesepahaman (MoU),” ujar Vance.

Ia menambahkan bahwa jadwal untuk inspeksi nuklir dapat dirumuskan pada hari Jumat mendatang. “Karena ada kesepakatan luas tentang hal ini, tidak banyak perbedaan pendapat tentang masalah khusus ini. Itu seharusnya terjadi dengan sangat cepat,” lanjutnya.

Di sisi lain, para pejabat Iran memiliki pandangan yang berbeda. Mereka sebelumnya menegaskan bahwa negosiasi tentang masalah nuklir baru akan digelar setelah penandatanganan perjanjian awal. Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, saat mengumumkan MoU tersebut pada hari Senin, juga menyatakan bahwa “negosiasi untuk perjanjian akhir akan ditunda hingga pihak lain memenuhi kewajibannya berdasarkan” kesepakatan awal.

Sementara itu, kesepakatan damai antara AS dan Iran pertama kali diumumkan oleh Perdana Menteri Pakistan, Shehbaz Sharif, pada Senin (15/6). Sharif menyampaikan bahwa Washington dan Teheran sepakat untuk menyatakan penghentian “segera dan permanen” untuk pertempuran di semua front, termasuk Lebanon. Namun, hingga kini, detail teknis dari perjanjian tersebut masih menjadi teka-teki yang belum terungkap.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar