Untuk pertama kalinya sejak diberlakukannya blokade maritim oleh Amerika Serikat, kapal-kapal tanker dan kargo Iran kini dapat melintasi Selat Hormuz tanpa hambatan. Kapal perang AS terlihat membiarkan lalu lintas maritim Iran bergerak bebas, baik yang meninggalkan maupun menuju pelabuhan, pada Selasa (15/6/2026). Peristiwa ini terjadi meskipun nota kesepahaman damai antara kedua negara baru akan ditandatangani di Jenewa, Swiss, pada Jumat (19/6/2026).
Kantor berita Iran, Fars, melaporkan bahwa setidaknya tiga kapal tanker dan dua kapal kargo pengangkut barang-barang vital berhasil menembus area yang sebelumnya menjadi zona larangan. Salah satu di antaranya adalah kapal tanker minyak raksasa jenis VLCC yang bergerak dari perairan terbuka menuju pelabuhan Iran. Kapal lain yang digunakan untuk mengangkut ternak juga terpantau melakukan perjalanan serupa.
Sementara itu, sebuah kapal tanker Iran bermuatan minyak dilaporkan melintasi Teluk Oman menuju pelabuhan di negara lain. Pergerakan ini menandai perubahan signifikan dalam dinamika keamanan maritim di kawasan yang selama ini menjadi titik rawan konflik.
Perdana Menteri Pakistan, Shehbaz Sharif, pada Senin lalu mengumumkan bahwa AS dan Iran telah menyepakati isi naskah nota kesepahaman setelah melalui negosiasi intensif. Dalam kesepakatan tersebut, kedua pihak menyatakan penghentian segera dan permanen operasi militer di semua lini, termasuk di Lebanon. Pakistan, bersama Qatar, menjadi mediator utama dalam perundingan damai ini.
Artikel Terkait
Banjir Rob Rendam Lima Desa di Sedati Sidoarjo, 500 Hektare Tambak Rusak Parah
Cape Verde Tahan Imbang Spanyol di Debut Piala Dunia 2026
Prancis Kesulitan Hadapi Pertahanan Rapat Senegal, Babak Pertama Berakhir 0-0
Jadwal Imsak dan Salat di Surabaya, 17 Juni 2026: Subuh Pukul 04.18, Magrib Pukul 17.25 WIB