Permintaan Obligasi Global Danantara Tembus USD4,6 Miliar, Emisi Dinaikkan Jadi USD1,5 Miliar

- Senin, 15 Juni 2026 | 18:15 WIB
Permintaan Obligasi Global Danantara Tembus USD4,6 Miliar, Emisi Dinaikkan Jadi USD1,5 Miliar

Debut perdana Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara di pasar modal internasional menuai sambutan luar biasa. Lembaga pengelola aset negara itu berhasil membukukan kelebihan permintaan hingga lebih dari empat kali lipat dari target awal dalam penerbitan surat utang global atau global bond. Langkah strategis ini diawali dengan rangkaian roadshow yang menjangkau sejumlah pusat keuangan dunia untuk memperluas basis investor.

Transformasi Danantara sebagai institusi investasi yang mengelola aset negara mulai mendapatkan pengakuan dari komunitas finansial global. Upaya memperkuat struktur permodalan ini dilakukan setelah perusahaan mengantongi penilaian kredit yang setara dengan peringkat utang negara Indonesia. Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus CEO BPI Danantara, Rosan Roeslani, mengungkapkan bahwa rencana awal penawaran obligasi tersebut adalah sekitar satu miliar dolar Amerika Serikat.

"Kami melakukan roadshow untuk pertama kalinya dalam rangka menerbitkan global bond dari Danantara dengan rencana awal penawaran kurang lebih sebesar USD1 miliar. Dari rencana USD1 miliar yang ingin dicapai, book building yang masuk itu kurang lebih USD4,6 miliar," ujar Rosan dalam keterangannya di Istana Negara, Jakarta, Senin (15/6/2026).

Agenda perjalanan internasional itu dimulai sejak awal Juni dengan menyisir titik-titik krusial, mulai dari Hong Kong, Singapura, hingga kawasan Amerika dan Eropa. Rosan sendiri memimpin langsung delegasi saat menyambangi New York untuk menemui para pemodal kakap di sana. Kepercayaan diri Danantara dalam melantai di pasar global didasari oleh profil risiko yang sangat solid. Lembaga pemeringkat internasional ternama seperti Moody's, S&P, dan Fitch memberikan status investment grade kepada Danantara. Capaian ini melengkapi prestasi domestik sebelumnya, di mana Pefindo memberikan rating tertinggi, yakni triple A, bagi institusi ini.

Dalam pelaksanaannya, Danantara tidak bergerak sendiri melainkan menggandeng raksasa perbankan investasi internasional. Kolaborasi dengan lembaga keuangan global terbukti efektif dalam meyakinkan pasar mengenai kebijakan investasi dan prospek jangka panjang yang diusung perusahaan.

"Alhamdulillah responsnya sangat baik dan kami cukup terkejut, di mana kami dibantu oleh Morgan Stanley, Citigroup, serta HSBC untuk menemui kurang lebih 122 investor dari berbagai negara," kata Rosan.

Animo besar dari para investor itu terlihat jelas saat proses pemesanan atau book building berlangsung. Meskipun target awal hanya dipatok pada angka satu miliar dolar AS, total permintaan yang masuk secara mengejutkan menyentuh angka 4,6 miliar dolar AS. Melihat antusiasme pasar yang meluap, manajemen Danantara memutuskan untuk mengambil langkah berani dengan menaikkan nilai emisi obligasi tersebut. Penyesuaian ini diambil untuk mengakomodasi tingginya kepercayaan investor global terhadap stabilitas ekonomi Indonesia dan kredibilitas Danantara sebagai entitas pengelola investasi yang baru.

Upaya penyerapan dana segar ini diproyeksikan akan memperkuat kapasitas Danantara dalam mendanai berbagai proyek strategis nasional di masa depan. Distribusi penawaran surat utang ini sengaja dipecah ke dalam beberapa kategori durasi untuk menjaga profil maturitas utang yang sehat.

"Animo yang begitu tinggi membuat kami akhirnya melakukan upsize menjadi USD1,5 miliar yang terbagi ke dalam dua seri, yakni tenor 5 tahun dan 10 tahun," kata Rosan.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar