Korea Utara secara resmi memperkenalkan fasilitas produksi uranium baru yang dirancang untuk memperkuat persenjataan nuklirnya, sebuah langkah yang disertai janji pemimpinnya, Kim Jong Un, untuk meningkatkan daya tempur nuklir secara besar-besaran. Pengumuman itu disampaikan pada Kamis (4/6) melalui media pemerintah KCNA, yang menyebutkan bahwa fasilitas tersebut mengadopsi teknologi yang lebih canggih, meskipun tidak memberikan rincian lebih lanjut mengenai spesifikasi teknisnya. Hingga saat ini, belum diketahui secara pasti kapan fasilitas itu mulai beroperasi maupun lokasi geografisnya.
KCNA turut merilis sejumlah foto yang memperlihatkan ruang sentrifus, mengindikasikan bahwa fasilitas tersebut kemungkinan besar digunakan untuk memperkaya uranium hingga mencapai tingkat yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan senjata nuklir. Dalam laporannya, KCNA mengutip pernyataan Kim Jong Un yang menekankan urgensi memperkuat persenjataan nuklir sebagai alat penangkal perang, terutama di tengah konfrontasi dengan apa yang ia sebut sebagai "musuh yang paling ganas."
Kim juga mengklaim bahwa kapasitas produksi uranium untuk bahan senjata nuklir telah meningkat lebih dari dua kali lipat dalam lima tahun terakhir. Setelah bertemu dengan sejumlah pejabat tinggi di fasilitas tersebut, ia menyatakan telah menegaskan urutan prioritas terkait pelaksanaan rencana ambisius jangka panjang yang dirancang untuk memperkuat kekuatan nuklir negara secara besar-besaran.
Langkah ini sejalan dengan visi Pyongyang untuk membangun kekuatan nuklir yang lebih besar guna menghadapi Amerika Serikat dan Korea Selatan. Pada Maret lalu, tidak lama setelah AS dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran, Kim menuduh Washington melakukan "terorisme dan agresi global." Perang tersebut, menurut pandangan Korea Utara, semakin memperkuat keyakinan lama bahwa negara itu membutuhkan persenjataan nuklir untuk mempertahankan diri dari dua musuh utamanya.
Sementara itu, Korea Utara telah lama berada di bawah sanksi internasional terkait pengembangan senjata nuklir dan teknologi rudal balistik. Meskipun demikian, Pyongyang berulang kali mengabaikan pembatasan tersebut. Pada September 2024, Korea Utara untuk pertama kalinya mengungkap fasilitas pengayaan uranium rahasia, dan saat itu Kim juga menyampaikan seruan serupa untuk memperluas daya tempur nuklir secara besar-besaran.
Di sisi lain, Direktur Jenderal International Atomic Energy Agency (IAEA), Rafael Grossi, pada April lalu mengatakan kepada wartawan bahwa lembaganya telah mengonfirmasi adanya peningkatan aktivitas yang cepat di fasilitas-fasilitas nuklir Korea Utara. Pernyataan itu menambah kekhawatiran komunitas internasional terhadap percepatan program nuklir negara yang tertutup tersebut.
Artikel Terkait
Polisi Klarifikasi Viral Fortuner Dikeroyok di Ciledug: Bukan Tabrak Lari, Bagian dari Penggerebekan Narkoba
Pramono Anung Lepas 45.500 Pelari Jakim 2026, Sebut Jakarta Siap Jadi Pusat Sport Tourism Dunia
Jakarta Padamkan Lampu Monas hingga Patung HI pada Rabu Malam demi Hemat Energi
Kenaikan Harga Pertamax 32 Persen Dinilai Berpotensi Picu Lonjakan Inflasi dan PHK