Rieke Diah Pitaloka Beri Pesan Haru untuk Nanik S. Deyang Usai Resmi Pimpin Badan Gizi Nasional

- Kamis, 04 Juni 2026 | 11:30 WIB
Rieke Diah Pitaloka Beri Pesan Haru untuk Nanik S. Deyang Usai Resmi Pimpin Badan Gizi Nasional

Politisi PDI Perjuangan, Rieke Diah Pitaloka, menyampaikan pesan penuh haru kepada Nanik S. Deyang yang baru saja resmi memimpin Badan Gizi Nasional (BGN). Dalam unggahannya di media sosial, Rieke mengaku bahwa perjuangan Nanik selama ini, meski kerap disepelekan, akhirnya mendapat tempat yang layak di panggung nasional.

Nanik S. Deyang resmi dilantik sebagai Kepala BGN pada Selasa, 2 Juni 2026, menggantikan Dadan Hindayana yang dicopot dari jabatannya. Penunjukan ini dilakukan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto. Sebelumnya, Nanik menjabat sebagai Wakil Kepala BGN Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi dan dikenal vokal dalam melakukan inspeksi mendadak ke berbagai dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Rieke, yang saat ini tengah menjalankan tugas sebagai Pengawas Haji 2026, menyampaikan apresiasinya melalui akun Instagram pada 3 Juni 2026. Ia mengaku telah lama berdiskusi secara serius dengan Nanik mengenai persoalan gizi anak Indonesia.

"Aku ucapkan selamat berjuang untuk besti kita, bestiku Mbak Nanik. Doa kita didengar Allah sepanjang perjalanan tugas Pengawas Haji DPR RI 2026. Aku doakan dirimu, air matamu, ocehan teriakanmu yang kadang kamu malah disepelekan orang, Allah mendengarkannya," ujar Rieke.

Dalam kesempatan itu, Rieke juga mengungkapkan bahwa Nanik sempat menyarankan perlunya perubahan regulasi yang lebih menyeluruh terkait program gizi nasional. Menurut Nanik, aturan yang ada saat ini tidak cukup hanya satu, melainkan dua peraturan presiden yang harus direvisi, yakni Perpres Nomor 83 Tahun 2024 dan Perpres Nomor 115 Tahun 2025.

"Aku terus berpikir, Mbak Nanik, bagaimana saran dari Mbak Nanik ada konstruksi perubahan regulasi atas pemenuhan gizi anak-anak kita, anak-anak Indonesia. Artinya ada regulasi terkait MBG, menurut Mbak Nanik jangan cuma satu, Mbak Rieke, ada dua, yaitu Perpres 83 Tahun 2024 dan Perpres 115 Tahun 2025 yang harus direvisi," ungkap Rieke menirukan pesan Nanik.

Di sisi lain, Rieke juga menceritakan pengalamannya selama bertugas di Arab Saudi. Ia mengaku heran ketika di tengah kesibukan mengurus kepulangan jamaah haji, mantan Kepala BGN justru menyampaikan wacana ekspansi lembaga ke luar negeri.

"Saya saksi hidup bagaimana para pimpinan Timwas dan anggota Timwas dan juga kementerian terkait memperjuangkan agar tidak terjadi kekurangan makanan, terutama pada saat di Arafah, Muzdalifah, dan Mina, itu bukan persoalan yang mudah. Dan di saat yang bersamaan, pada tanggal 31 Mei, di tengah kami sedang memperjuangkan bagaimana pemulangan itu berjalan dengan baik, Kepala BGN itu mengatakan bahwa sedang memperjuangkan ada BGN di Saudi. OMG!" kata Rieke.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Tags