72 Tim Siswa di Singapura Raih Pendanaan dari Program Kewirausahaan East Ventures

- Rabu, 03 Juni 2026 | 18:30 WIB
72 Tim Siswa di Singapura Raih Pendanaan dari Program Kewirausahaan East Ventures

Sebanyak 72 tim siswa di Singapura berhasil memperoleh pendanaan melalui program “My First $1000” yang digagas oleh perusahaan modal ventura East Ventures. Program ini dirancang sebagai langkah strategis untuk memperkuat ekosistem rintisan di negara kota tersebut, sekaligus menanamkan budaya kewirausahaan sejak usia dini.

Dimulai pada Februari 2026, program ini mencapai puncaknya melalui acara Showcase Day yang digelar pada 30 Mei 2026 di SCAPE, Singapura. Kegiatan tersebut sekaligus menutup rangkaian pembelajaran kewirausahaan selama delapan pekan, yang bertujuan mendorong para pelajar untuk membangun dan menjalankan ide bisnis secara langsung. Penekanan utama program ini adalah pada integritas, rasa kepemilikan, serta akuntabilitas dalam berbisnis.

Dalam acara puncak tersebut, para peserta terpilih memamerkan produk dan model bisnis mereka melalui pameran stan, gallery walk, hingga sesi presentasi di hadapan publik. Tidak hanya itu, sejumlah penghargaan diberikan kepada tim yang menunjukkan capaian terbaik di berbagai kategori. Peserta juga menerima pencairan hibah padanan sebagai bentuk dukungan pengembangan usaha mereka.

Beragam kategori penghargaan diumumkan, mulai dari tim dengan pendapatan tertinggi hingga inovasi paling inspiratif. Tim Drummer Dreammaker, misalnya, meraih penghargaan pendapatan tertinggi berkat layanan kursus drum dan penyewaan ruang latihan yang mereka kembangkan. Sementara itu, Brandy Club dinobatkan sebagai The Carousell Hustler Award atas performa penjualan tertinggi di platform Carousell melalui produk fesyen kurasi.

Kategori The Apprentice Award diberikan kepada Sweet Gains, yang mengembangkan produk dessert tinggi protein sekaligus aktif memanfaatkan bimbingan mentor. Penghargaan The Booth Champion diraih Bucha Scoops yang konsisten menjalankan penjualan sorbet kombucha selama empat hari pameran. Di sisi lain, Brewed By Davine menerima The Influencer Award berkat keberhasilan membangun komunitas digital dengan lebih dari 3.500 pengikut melalui strategi media sosial yang kuat.

Tim 3Ds, yang fokus pada layanan pencetakan 3D dan penjualan kembali suku cadang komputer, meraih The Budding Star Award. Menariknya, salah satu anggota tim tersebut masih berusia 13 tahun. Untuk kategori keberlanjutan, Revive Tech dianugerahi The Eco Champion atas kontribusinya dalam layanan perbaikan dan penjualan laptop rekondisi guna mengurangi limbah elektronik.

Sementara itu, Kampong Keepsakes mendapatkan The Grit Award setelah menunjukkan ketangguhan dengan melakukan pivot produk dalam waktu singkat setelah eksperimen awal tidak berhasil. Penghargaan pilihan audiens jatuh kepada BloomBallSG yang bergerak di bidang dekorasi dan rangkaian balon.

Co-Founder and Managing Partner East Ventures, Willson Cuaca, mengatakan bahwa program ini dirancang sebagai ruang belajar langsung bagi generasi muda untuk memahami dunia kewirausahaan secara praktis. Ia menilai, seluruh peserta telah berhasil keluar dari zona nyaman mereka dan mengalami langsung proses membangun bisnis, mulai dari pengambilan risiko hingga eksekusi ide di lapangan.

“Program My First $1000 dibangun atas keyakinan bahwa cara terbaik belajar entrepreneurship adalah dengan praktik langsung. Para siswa telah menunjukkan keberanian untuk mencoba, gagal, dan mencoba lagi. Ini menjadi bukti bahwa Singapura memiliki fondasi kuat untuk melahirkan generasi entrepreneur masa depan,” ujar Willson.

Salah satu peserta, Avin Taishiran Teo dari tim Wuna, mengungkapkan pengalaman mengikuti program ini memberikan pelajaran penting tentang proses iterasi dalam bisnis. Wuna mengembangkan perangkat wearable yang dirancang untuk membantu meredakan nyeri menstruasi. Menurut Avin, pengalaman menjual produk pertama kepada mentor memberikan kepercayaan diri untuk terus mengembangkan ide tersebut ke tahap berikutnya.

Sementara itu, mentor Wuna, Ee Ling Lim, menilai para entrepreneur muda memiliki keunggulan dalam hal ketahanan dan keberanian untuk bereksperimen. Ia menyebut, para siswa tidak terbebani oleh ego kegagalan seperti yang sering terjadi pada pendiri bisnis yang lebih berpengalaman, sehingga lebih cepat beradaptasi terhadap umpan balik dan perubahan arah bisnis.

Program ini juga mendapat dukungan dari sejumlah mitra strategis, termasuk Temasek Foundation, Golden Agri-Resources, Enterprise Singapore, JTC Corporation, ACE.SG, DBS PayLah!, Carousell, hingga berbagai institusi pendidikan dan komunitas rintisan di Singapura. Melalui program ini, East Ventures berharap ekosistem kewirausahaan di Singapura dapat terus berkembang, sekaligus melahirkan generasi baru pendiri rintisan yang lebih adaptif, kreatif, dan berani mengambil risiko sejak usia muda.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Tags