Generasi muda Indonesia didorong untuk tidak hanya menjadi penonton, melainkan hadir sebagai bagian dari solusi atas berbagai persoalan di tengah masyarakat. Peran aktif ini dinilai krusial dalam mengawal pembangunan nasional yang berkelanjutan, sekaligus menjadi fondasi untuk mewujudkan visi Indonesia Emas pada tahun 2045.
Seruan tersebut disampaikan oleh Dewan Pembina Generasi Muda Pembaharu Indonesia (GEMPAR Indonesia), Brigjen (Purn) Bambang Pristiwanto, dalam sambutannya usai melantik kepengurusan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Kota Batam dan DPC Tanjung Balai Karimun. Prosesi pelantikan dan deklarasi moral itu berlangsung di Bethesda Center Batam, Mustafa Plaza KDA, Kepulauan Riau, pada Kamis, 28 Mei 2026.
“Kita datang dari latar belakang yang berbeda-beda, tetapi dipersatukan oleh tujuan yang sama, yaitu membangun generasi muda yang takut akan Tuhan, cinta bangsa, dan siap melayani masyarakat,” ujar Bambang dalam keterangan resminya.
Acara strategis tersebut dihadiri oleh jajaran pimpinan pusat GEMPAR Indonesia, termasuk Ketua Umum Yohanes Harry D. Sirait dan Sekretaris Jenderal Petrus Uhir Sihombing. Ketua DPD GEMPAR Kepri, Sony Christanto, juga turut hadir. Selain internal organisasi, pelantikan itu disaksikan oleh perwakilan dari unsur gereja, pemerintah daerah, TNI-Polri, Badan Intelijen Negara (BIN), Ombudsman, serta sejumlah tokoh lintas iman.
Bambang memberikan apresiasi atas kehadiran berbagai elemen lintas profesi dan instansi dalam acara tersebut. Menurut dia, keberagaman yang hadir membuktikan bahwa GEMPAR telah bertransformasi menjadi ruang pemersatu bagi generasi muda dari berbagai latar belakang. Ia menegaskan bahwa keberadaan Dewan Pembina di tingkat daerah dirancang untuk memberikan solusi, perlindungan, serta arahan strategis, bukan untuk mencari-cari kesalahan pengurus.
“Kami hadir bukan untuk menghakimi atau mencari kelemahan pengurus. Tugas kami adalah membimbing, melindungi, membantu mencari jalan keluar, dan memastikan GEMPAR terus bertumbuh menjadi organisasi yang membawa manfaat. Keragaman pembina adalah modal besar untuk membantu generasi muda berkembang,” tegasnya.
Ia menjamin bahwa struktur pembina diisi oleh figur-figur kompeten dari berbagai latar belakang, mulai dari Polri, TNI, Ombudsman, akademisi, dunia usaha, hingga pakar hukum. Hal ini, lanjutnya, menjadi modal sosial yang kuat untuk membimbing generasi muda agar dapat berkembang secara optimal.
Sementara itu, Ketua GEMPAR Kepri, Sony Christanto, menjelaskan bahwa organisasinya dibangun sebagai entitas independen yang tidak memiliki afiliasi dengan partai politik mana pun. Status independen ini, menurut Sony, memberikan keluwesan bagi organisasi untuk bergerak lebih luas dan fleksibel dalam menjalankan misi pelayanan sosial serta pengembangan kepemudaan.
“Yang kita bangun bukan hanya kepengurusan, tetapi gerakan. Anak-anak muda harus bergerak, melayani, berkarya, dan hadir memberi solusi di tengah masyarakat,” kata Sony.
Ia pun meminta seluruh jajaran pengurus yang baru dilantik untuk tidak merasa minder atau patah semangat karena faktor usia dalam mengambil peran kepemimpinan. Sony meyakini bahwa setiap individu memiliki potensi untuk menjadi agen perubahan, terlepas dari latar belakangnya.
“Tuhan tidak mencari orang paling hebat, Tuhan mencari orang yang mau dipakai. Kalau kita setia dan mau belajar, Tuhan bisa memakai siapa saja untuk menjadi berkat bagi bangsa. Kalau belum bisa jadi matahari, jadilah lilin kecil yang mau menyala dan menerangi sekitar,” ujar Sony menutup pernyataannya.
Artikel Terkait
Marc Marquez Dinyatakan Bugar untuk MotoGP Italia, Tapi Nasibnya di Balapan Penuh Ditentukan Tes Medis Lanjutan
Sanksi FIFA Buka Peluang Thom Haye dan Pattynama Perkuat Timnas di Piala AFF 2026
Begal Sepeda Motor di Tenho, Pelaku Diamankan Warga Setelah Babak Belur
Blackout Sumatera Jadi Alarm Penguatan Jaringan Transmisi Kelistrikan