Presiden Kolombia Sebut Menteri Israel Bertindak Seperti Nazi Usai Video Perlakuan ke Aktivis Pro-Palestina

- Jumat, 22 Mei 2026 | 06:00 WIB
Presiden Kolombia Sebut Menteri Israel Bertindak Seperti Nazi Usai Video Perlakuan ke Aktivis Pro-Palestina

Presiden Kolombia, Gustavo Petro, melontarkan kecaman keras terhadap Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben Gvir, dengan menyebut tindakannya sebagai perilaku yang menyerupai Nazi. Kecaman ini dipicu oleh unggahan video di media sosial yang memperlihatkan perlakuan pasukan Israel terhadap para aktivis Global Sumud Flotilla (GSF). Dalam rekaman tersebut, tampak para tahanan dipaksa berlutut dengan dahi menempel ke lantai dan tangan diikat ke belakang, sebuah adegan yang langsung memicu reaksi keras dari pemimpin negara Amerika Latin itu.

Melalui akun media sosial X, Petro secara terbuka membandingkan tindakan Ben Gvir dengan rezim Nazi Jerman. “Menteri Ben Gvir bertindak seperti Nazi sejati. Begitulah cara dia memperlakukan sesama warga kita, hanya karena mereka ingin menghentikan genosida di Gaza,” tulisnya dalam pernyataan yang dikutip pada Jumat (22/5/2026). Pernyataan tersebut menegaskan posisi Petro yang mengecam keras pelanggaran hak asasi manusia yang dinilainya tidak berperikemanusiaan.

Video yang diunggah oleh Ben Gvir menunjukkan dirinya membawa dan mengibarkan bendera Israel sambil berjalan di antara barisan ratusan aktivis yang diikat dan dipaksa berlutut. Latar belakang video tersebut diiringi oleh lagu kebangsaan Israel yang diputar. Unggahan itu pun diberi keterangan singkat yang berbunyi, “Selamat Datang di Israel,” seolah merayakan momen kontroversial tersebut.

Dalam salah satu momen yang terekam, seorang aktivis perempuan terdengar berteriak “Bebaskan Palestina” tepat di depan Ben Gvir. Teriakan itu segera direspons oleh pasukan keamanan yang memaksanya untuk berlutut, mempertegas suasana represif yang terekam dalam video tersebut. Insiden ini semakin memicu perdebatan internasional mengenai perlakuan Israel terhadap para aktivis pro-Palestina.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar