Presiden Prabowo Subianto menetapkan target pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kisaran 5,8 hingga 6,5 persen pada tahun 2027 sebagai batu loncatan menuju angka 8 persen pada 2029. Target tersebut disampaikan dalam pemaparan kerangka ekonomi makro dan pokok-pokok kebijakan fiskal di hadapan para anggota dewan. Pemerintah menempatkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sebagai instrumen utama untuk mencapai sasaran tersebut di tengah tekanan global yang semakin kompleks.
Dalam pidatonya pada Rapat Paripurna ke-19 Masa Persidangan V Tahun Sidang 2025-2026 di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (20/5/2026), Prabowo mengakui bahwa kondisi global masih diliputi ketegangan geopolitik dan ketidakpastian ekonomi. Konflik bersenjata di berbagai kawasan, termasuk Eropa dan Timur Tengah, dinilai membawa dampak signifikan terhadap perekonomian nasional.
"Bangsa kita sedang menghadapi tantangan geopolitik dan ekonomi yang penuh dengan konflik, ketegangan, dan ketidakpastian. Peperangan terjadi di banyak tempat, bahkan di Eropa, di Timur Tengah, di kawasan yang walaupun jauh dari kita tetapi ternyata memiliki dampak dan pengaruh yang sangat besar terhadap kehidupan kita," ujar Prabowo.
Menurut Presiden, dalam situasi global yang tidak menentu, negara membutuhkan arah kebijakan yang jelas. APBN, tegasnya, bukan sekadar dokumen keuangan negara, melainkan alat strategis untuk menjaga stabilitas ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. "APBN adalah alat untuk melindungi rakyat, untuk memperkokoh dasar-dasar dan sendi-sendi ekonomi bangsa, alat untuk memastikan setiap warga negara dapat hidup lebih sejahtera dan sebagai alat untuk menjadi pedoman perjalanan kita ke depan," jelasnya.
Prabowo menyebutkan bahwa strategi ekonomi yang tepat serta kebijakan fiskal yang prudent dan berkelanjutan menjadi kunci pencapaian target tersebut. "Dengan strategi ekonomi yang tepat, kebijakan fiskal yang prudent dan berkelanjutan, saya yakin ekonomi Indonesia dapat tumbuh pada kisaran 5,8 hingga 6,5 persen di tahun 2027 menuju pertumbuhan ekonomi 8 persen pada tahun 2029," ungkapnya.
Di sisi lain, Presiden menegaskan bahwa pertumbuhan ekonomi harus diikuti oleh peningkatan kesejahteraan rakyat secara nyata. Karena itu, angka kemiskinan ditargetkan turun ke rentang 6,0 hingga 6,5 persen dari target sebelumnya. "Pertumbuhan tersebut harus tercermin pada meningkatnya kesejahteraan rakyat secara nyata," kata Prabowo.
Pemerintah juga berkomitmen menjaga inflasi tetap terkendali di kisaran 1,5 hingga 3,5 persen. "Strategi fiskal dan moneter kita haruslah strategi yang mampu untuk menjaga nilai tukar kita tetap stabil terhadap mata uang dunia. Inflasi akan kami jaga tetap pada kisaran 1,5 hingga 3,5 persen," tutupnya.
Artikel Terkait
Raih Rekor Poin Tertinggi di Liga 1, Masa Depan Pelatih Persija Mauricio Souza Masih Tersandera
Prabowo Targetkan Bangun 5.000 Desa Nelayan dalam Tiga Tahun Demi Kesejahteraan Pesisir dan Kedaulatan Maritim
Polisi Tangkap Pemuda Penganiaya Lansia 76 Tahun di Jakbar, Bukan Perampokan
Kemenkes Pastikan Belum Ada Kasus Ebola di Indonesia, Perketat Pengawasan di Pintu Masuk Negara