AS dan Israel Tingkatkan Kesiapan Tempur ke Level Tertinggi, Konflik dengan Iran Kembali Mengancam

- Rabu, 20 Mei 2026 | 08:21 WIB
AS dan Israel Tingkatkan Kesiapan Tempur ke Level Tertinggi, Konflik dengan Iran Kembali Mengancam

Amerika Serikat dan Israel telah menyelesaikan persiapan untuk memulai kembali operasi militer terhadap Iran. Tingkat kesiapan tempur kedua negara disebut berada pada posisi tertinggi sejak Presiden Donald Trump mengumumkan gencatan senjata dengan Iran pada 7 April lalu. Informasi ini diperoleh dari sumber pejabat kedua negara yang disampaikan kepada stasiun televisi KAN.

Menurut sumber pejabat keamanan Amerika Serikat, koordinasi penuh telah terjalin antara Washington dan Tel Aviv. Kedua pihak, kata sumber tersebut, tidak akan terkejut jika konflik bersenjata kembali pecah. Lebih lanjut, pejabat itu menyebutkan bahwa Trump kemungkinan akan segera mengambil keputusan terbaru terkait Iran.

Sementara itu, sejumlah sumber pejabat Israel mengungkapkan bahwa kesiapan tempur negara mereka, termasuk aspek pertahanan, berada pada level tertinggi. Di Israel sendiri muncul kekhawatiran bahwa pernyataan Trump dapat menimbulkan salah perhitungan di pihak Iran, yang justru mendorong mereka untuk melancarkan serangan lebih dahulu.

Dalam sebuah pertemuan pada Senin, 18 Mei 2026, tim Keamanan Nasional Amerika Serikat memberikan pengarahan kepada Trump mengenai berbagai kemungkinan skenario militer terkait Iran. Hadir dalam pertemuan tersebut sejumlah pejabat tinggi, antara lain Wakil Presiden JD Vance, Menteri Luar Negeri Marco Rubio, utusan khusus Steve Witkoff, Menteri Pertahanan Pete Hegseth, Kepala Staf Gabungan Jenderal Dan Caine, dan Direktur CIA John Ratcliffe.

Pertemuan itu berlangsung hanya beberapa jam setelah Trump membatalkan serangan militer terhadap Iran yang semula dijadwalkan pada Selasa, 19 Mei 2026. Sebelumnya, Trump sempat menyatakan bahwa militer Amerika Serikat dapat melancarkan serangan baru terhadap Iran paling cepat pada 22 Mei atau awal pekan depan.

Namun, serangan tersebut ditangguhkan atas permintaan Qatar, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab. Menurut Trump, permintaan itu diajukan karena proses negosiasi yang serius tengah berlangsung dengan Iran. Para pemimpin negara-negara Timur Tengah itu berharap dapat menghasilkan sebuah kesepakatan yang bisa diterima oleh Amerika Serikat.

Meski demikian, Trump menegaskan bahwa Amerika Serikat tetap siap melancarkan serangan skala besar kapan saja apabila tidak ada kesepakatan yang tercapai. Portal berita Axios melaporkan bahwa terdapat indikasi yang menunjukkan Trump sedang mempertimbangkan kemungkinan dimulainya kembali perang terhadap Iran.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar