Militer Rusia melaporkan telah mencegat dan menghancurkan sedikitnya 3.124 drone milik Ukraina dalam kurun waktu sepekan terakhir. Angka tersebut menjadi indikasi meningkatnya intensitas serangan udara yang dilancarkan Kyiv ke wilayah Rusia.
Berdasarkan data resmi Kementerian Pertahanan Rusia yang dikutip kantor berita RIA, volume pelumpuhan drone tertinggi terjadi pada dua hari berbeda. Pada 13 Mei sebanyak 572 unit berhasil dihentikan, sementara angka tersebut melonjak drastis menjadi 1.054 unit pada 17 Mei. Sebagian besar drone dilaporkan jatuh di wilayah Rusia bagian Eropa.
Di tengah gempuran tersebut, otoritas setempat mengonfirmasi sedikitnya empat orang tewas akibat serangan drone berskala besar yang diluncurkan Ukraina ke ibu kota Rusia pada akhir pekan lalu. Tiga di antaranya dilaporkan tewas di wilayah Moskow. Serangan itu disebut-sebut sebagai yang terbesar dalam lebih dari satu tahun terakhir.
Gubernur Wilayah Moskow Andrei Vorobyov mengungkapkan bahwa seorang perempuan tewas setelah sebuah rumah di kawasan Khimki, utara Moskow, terkena hantaman drone. Tim penyelamat masih melakukan pencarian terhadap satu orang lain yang diduga tertimbun reruntuhan bangunan.
Dua korban lainnya dilaporkan tewas di Desa Pogorelki, Distrik Mytishchi. Vorobyov menambahkan bahwa sejumlah gedung apartemen dan fasilitas infrastruktur turut mengalami kerusakan akibat serangan tersebut.
Artikel Terkait
Mobil Wakil Gubernur Sumbar Vasco Ruseimy Kecelakaan Tunggal di Solok, Diduga Sopir Mengantuk
PSIS Semarang Lakukan Revolusi Skuad Besar-besaran, Hanya Pertahankan Lima Pemain untuk Championship 2026/2027
Robert Lewandowski Pamit dari Camp Nou, Suporter Barcelona Beri Tepuk Hormat di Laga Kandang Terakhir
Pemerintah Blokir 3,4 Juta Situs Judi Online, Transaksi Turun 30 Persen