Perekonomian Thailand mencatatkan pertumbuhan sebesar 2,8 persen pada kuartal pertama tahun 2026 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, melampaui ekspektasi para analis. Angka ini lebih tinggi dari perkiraan median dalam jajak pendapat Reuters terhadap sejumlah ekonom yang sebelumnya memprediksi pertumbuhan hanya sebesar 2,2 persen.
Secara musiman, ekonomi terbesar kedua di Asia Tenggara ini tumbuh 0,7 persen pada periode Januari hingga Maret. Data yang dirilis oleh Dewan Pembangunan Ekonomi dan Sosial Nasional (NESDC) tersebut juga jauh melampaui perkiraan analis yang hanya memperkirakan pertumbuhan sebesar 0,1 persen secara kuartalan.
Meskipun menunjukkan kinerja yang lebih baik dari perkiraan, NESDC tetap mempertahankan proyeksi pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) Thailand untuk tahun 2026 di kisaran 1,5 persen hingga 2,5 persen. Angka ini mencerminkan sikap hati-hati otoritas terhadap prospek ekonomi ke depan.
Sementara itu, ekonomi Thailand pada tahun lalu hanya tumbuh 2,4 persen, jauh tertinggal dibandingkan negara-negara tetangga di kawasan sejak masa pandemi. Kinerja ini menunjukkan tantangan struktural yang masih dihadapi perekonomian Thailand dalam upaya mengejar ketertinggalan.
Di sisi lain, NESDC memproyeksikan bahwa ekspor yang menjadi pendorong utama pertumbuhan ekonomi Thailand akan tumbuh sebesar 9,6 persen pada tahun ini. Angka tersebut melonjak tajam dari perkiraan sebelumnya yang hanya sebesar 2,0 persen, mengindikasikan optimisme terhadap pemulihan permintaan global.
Artikel Terkait
Pertamina Resmi Naikkan Harga Pertamax dan Pertamax Green 95 per 10 Juni 2026
The Super Mario Galaxy Movie Tembus Satu Miliar Dolar AS di Box Office Global
OJK: Program Penjaminan Polis Jadi Fondasi Baru Perlindungan Pemegang Polis
Joey Pelupessy Akui Duet dengan Ivar Jenner di Lini Tengah Timnas Indonesia Mulai Tumbuh