Fransiskus Alesandro Tolak Tawaran Persebaya karena Ketatnya Persaingan di Sektor Sayap

- Senin, 18 Mei 2026 | 10:30 WIB
Fransiskus Alesandro Tolak Tawaran Persebaya karena Ketatnya Persaingan di Sektor Sayap

Persebaya Surabaya harus mengubur ambisi untuk mendatangkan winger Madura United, Fransiskus Alesandro, setelah pemain bernilai pasar Rp1,30 miliar itu menolak mentah-mentah tawaran dari pelatih Bernardo Tavares. Keputusan tersebut langsung menjadi perbincangan hangat di kalangan suporter, mengingat nama Alesandro sempat dianggap sebagai amunisi ideal untuk memperkuat lini serang tim berjuluk Bajol Ijo itu.

Sebelumnya, Persebaya sukses merekrut Francisco Rivera dari Madura United pada awal musim 2024/2025. Kepindahan playmaker asal Meksiko itu terbukti menjadi salah satu transfer paling gemilang dalam beberapa musim terakhir bagi tim asal Surabaya tersebut. Rivera menjelma sebagai sosok sentral di lini tengah, mencatatkan 58 penampilan dengan kontribusi 21 gol dan 16 assist. Absennya Rivera dalam sejumlah laga bahkan terbukti menurunkan kreativitas permainan tim secara signifikan.

Kondisi itulah yang mendorong manajemen kembali mencoba “berbelanja” pemain dari Madura United, kali ini mengincar Fransiskus Alesandro. Namun, upaya tersebut berujung kegagalan. Kabar penolakan itu diungkap oleh akun Instagram yang kerap membahas perkembangan Persebaya, @onlinepersebaya.

Dalam unggahannya pada Minggu (17/5/2026), disebutkan bahwa Alesandro memilih menolak tawaran karena ketatnya persaingan di sektor sayap Bajol Ijo. “Fransiskus Alessandro dikabarkan MENOLAK tawaran dari Persebaya Surabaya. Faktor utama keputusan tersebut karena ketatnya persaingan di sektor sayap Bajol Ijo, sehingga peluang menit bermain dinilai cukup sulit. Saat ini Alessandro disebut lebih dekat bergabung dengan klub Jawa Timur lain yang siap memberinya kesempatan bermain reguler,” tulis akun tersebut.

Keputusan itu dinilai realistis. Persebaya saat ini memiliki stok winger yang melimpah untuk musim depan, dengan setidaknya tujuh pemain yang bisa beroperasi di sisi kanan maupun kiri. Di posisi sayap kiri posisi natural Alesandro Bruno Moreira masih menjadi pilihan utama. Kapten asal Brasil itu tetap menjadi andalan berkat kontribusi dan pengalamannya. Selain itu, ada pula winger Timor Leste, Gali Freitas, yang kerap dipercaya mengisi posisi tersebut ketika sang kapten absen.

Dengan situasi seperti itu, peluang Alesandro mendapatkan menit bermain reguler tentu tidak mudah. Faktor tersebut diyakini menjadi alasan utama sang pemain memilih menjauh dari Persebaya. Kegagalan ini sekaligus memperlihatkan satu persoalan yang mulai dihadapi Persebaya: skuad yang terlalu padat di sektor tertentu. Di atas kertas, kedalaman pemain memang menguntungkan, namun bagi pemain muda atau winger yang sedang berkembang, kesempatan tampil reguler sering kali menjadi prioritas utama dibanding bergabung dengan klub besar.

Situasi ini juga memberi sinyal bahwa Persebaya kemungkinan akan lebih selektif dalam perekrutan berikutnya. Bajol Iyo tampaknya perlu mencari pemain yang benar-benar bisa langsung menjadi starter atau memiliki fleksibilitas bermain di beberapa posisi sekaligus. Sementara itu, bagi Fransiskus Alesandro, keputusan menolak Persebaya bisa menjadi langkah penting dalam kariernya. Bermain reguler di klub lain berpotensi membuat performanya lebih berkembang dibanding harus bersaing ketat di bangku cadangan.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar