Pefindo Tetapkan Peringkat idAA+ untuk Indofood, Prospek Stabil

- Minggu, 17 Mei 2026 | 20:30 WIB
Pefindo Tetapkan Peringkat idAA+ untuk Indofood, Prospek Stabil

Lembaga pemeringkat efek Pefindo menetapkan peringkat idAA dengan prospek stabil bagi PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF). Penetapan ini mencerminkan penilaian terhadap fundamental perusahaan yang kokoh di tengah dinamika industri.

Dalam laporan yang dirilis pada Jumat (15/5/2026), Pefindo menyebutkan bahwa peringkat tersebut didukung oleh sejumlah faktor utama. Posisi pasar yang sangat kuat, portofolio bisnis yang terdiversifikasi, rantai operasi yang terintegrasi secara vertikal, serta profil keuangan yang solid menjadi pilar utama penilaian tersebut.

"Peringkat mencerminkan posisi pasar Perusahaan yang excellent, portofolio bisnis yang sangat terdiversifikasi, operasi bisnis yang terintegrasi secara vertikal, serta profil keuangan yang sangat kuat," tulis Pefindo dalam laporannya.

Meski demikian, peringkat ini juga dibatasi oleh sejumlah tantangan. Persaingan ketat di industri dan paparan terhadap kondisi makroekonomi menjadi faktor yang membatasi potensi kenaikan peringkat di masa mendatang.

Pefindo membuka peluang peningkatan peringkat apabila INDF secara konsisten mampu memperbaiki profil keuangannya. Indikator yang menjadi acuan antara lain rasio funds from operations (FFO) terhadap utang yang melampaui 45 persen, serta rasio utang terhadap EBITDA yang berada di bawah 2,2 kali lipat. Semua itu harus dicapai tanpa mengorbankan posisi bisnis yang unggul, baik di pasar domestik maupun internasional.

Di sisi lain, peringkat dapat mengalami penurunan jika perusahaan secara agresif membiayai ekspansi dengan tambahan utang yang jauh melampaui proyeksi. Kondisi itu dinilai berisiko apabila tidak diimbangi dengan peningkatan kinerja bisnis yang lebih kuat.

"Peringkat dapat diturunkan jika Perusahaan secara agresif membiayai ekspansinya dengan tambahan utang yang jauh lebih besar dari proyeksi tanpa diimbangi dengan peningkatan kinerja bisnis yang lebih kuat," tutur Pefindo.

INDF memiliki empat lini bisnis utama. Pertama, produk konsumen bermerek (CBP) yang mencakup mi instan, produk olahan susu, makanan ringan, penyedap makanan, nutrisi dan makanan khusus, serta minuman. Kedua, Bogasari yang bergerak di bidang tepung. Ketiga, agribisnis yang meliputi perkebunan, minyak, dan lemak nabati. Keempat, sektor distribusi.

Per 31 Maret 2026, struktur kepemilikan saham INDF menunjukkan First Pacific Investment Management Limited sebagai pemegang saham utama dengan porsi 50,07 persen. Sisanya, sebesar 49,93 persen, dimiliki oleh publik.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar