Polri Targetkan 1.500 Satuan Pelayanan Gizi Beroperasi pada 2026

- Minggu, 17 Mei 2026 | 19:00 WIB
Polri Targetkan 1.500 Satuan Pelayanan Gizi Beroperasi pada 2026

Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) terus mengintensifkan dukungan terhadap program prioritas pemerintah di sektor ketahanan pangan dan pemenuhan gizi masyarakat. Komitmen tersebut diwujudkan melalui percepatan pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang menjadi bagian integral dari pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta penguatan ekosistem pangan nasional dalam kerangka menuju Indonesia Emas.

Dalam kunjungan Presiden Prabowo Subianto di Kabupaten Tuban, Jawa Timur, Sabtu (16/5/2026), Polri turut mengambil peran dengan mendukung peresmian operasional 166 SPPG yang tersebar di 24 Polda jajaran. Peresmian tersebut dilaksanakan secara serentak dan terhubung melalui sistem daring dari masing-masing wilayah.

Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo mengungkapkan bahwa hingga saat ini Polri telah mengembangkan sebanyak 1.376 SPPG di seluruh Indonesia. Dari jumlah tersebut, sebanyak 736 SPPG telah beroperasi, 172 SPPG berada dalam tahap persiapan operasional, dan 468 unit lainnya masih dalam proses pembangunan. Dari total yang masih dibangun, 33 SPPG di antaranya berlokasi di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

“Apabila seluruh SPPG tersebut telah beroperasi, diproyeksikan dapat memberikan manfaat bagi 3,44 juta masyarakat dan menyerap 68.000 tenaga kerja,” ujar Kapolri saat menghadiri Panen Raya Jagung Kuartal II di Tuban, Minggu (17/5/2026).

Kapolri menegaskan bahwa pihaknya menargetkan pembangunan hingga 1.500 SPPG pada tahun 2026. Langkah ini diambil untuk memperluas jangkauan layanan pemenuhan gizi sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara lebih merata.

“Pada tahun 2026, Polri menargetkan melanjutkan pembangunan hingga mencapai 1.500 SPPG di seluruh Indonesia. Hal ini dilakukan untuk memperluas jangkauan pelayanan pemenuhan gizi sehingga mampu memberikan dampak nyata bagi peningkatan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat,” tegas Kapolri.

Sementara itu, Kasatgas Makan Bergizi Gratis (MBG) Polri Irjen Pol. Nurworo Danang menjelaskan bahwa program MBG tidak hanya berfokus pada distribusi makanan bergizi. Lebih dari itu, program ini dirancang untuk membangun ekosistem pangan berkelanjutan dengan melibatkan petani, peternak, UMKM, koperasi lokal, serta memperkuat rantai pasok pangan nasional.

“Program ini bukan sekadar menghadirkan makanan bergizi kepada masyarakat, tetapi juga menggerakkan ekonomi rakyat melalui rantai pasok pangan yang inklusif. Karena itu, keberlanjutan program menjadi prioritas utama yang terus diperkuat Polri,” jelas Irjen Pol. Nurworo Danang.

Untuk menjaga kualitas layanan, seluruh operasional SPPG Polri menerapkan standar keamanan pangan yang ketat, mulai dari proses produksi hingga distribusi. Hal ini dilakukan guna memastikan setiap tahapan pemenuhan gizi berjalan sesuai prosedur dan memberikan manfaat optimal bagi penerima program.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar