Karen Hertatum Ungkap Bukti KDRT dan Bantah Tuduhan Miring Usai Bagikan Foto Luka Lebam

- Minggu, 17 Mei 2026 | 14:00 WIB
Karen Hertatum Ungkap Bukti KDRT dan Bantah Tuduhan Miring Usai Bagikan Foto Luka Lebam

Foto-foto luka lebam di pelipis dan kaki menjadi bukti baru yang diungkap Karen Hertatum dalam kasus dugaan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang ia alami. Istri dari Dede Sunandar itu dengan berani membagikan dokumentasi kekerasan tersebut melalui akun Instagram pribadinya, memicu perhatian publik terhadap konflik rumah tangga yang selama ini tersembunyi.

Menurut pengakuan Karen, unggahan di media sosial itu hanyalah sebagian kecil dari rangkaian peristiwa yang ia alami selama menjalani rumah tangga dengan Dede. Meski demikian, ia menegaskan bahwa luka fisik yang terlihat akan selalu membekas, baik di tubuh maupun ingatannya. “Ini baru sebagian cerita yang selama ini aku pendam,” ujarnya dalam pernyataan yang dikutip pada Minggu (17/5/2026).

Lebih lanjut, Karen mengungkapkan bahwa kekerasan yang dialaminya bukanlah peristiwa tunggal. Ia menceritakan bahwa saat anak pertamanya lahir, bahkan belum genap berusia satu bulan, Dede Sunandar ketahuan berselingkuh. “Aku coba tanya baik-baik, tapi aku tidak mendapatkan jawaban yang jelas. Yang aku dapetin malah tindakan kasar dan dia mencekik leher aku,” tuturnya.

Pernyataan itu sekaligus membantah klarifikasi yang beredar sebelumnya, termasuk sebuah video pada tahun 2025 yang menyebut bahwa KDRT yang menimpa Karen dipicu oleh kebiasaannya membawa teman laki-laki ke rumah dan mabuk-mabukan. “Itu tidak benar,” tegas Karen.

Ia menjelaskan bahwa dirinya masih memiliki akal sehat dan memahami batasan sebagai seorang ibu dan istri. Setiap kali ada teman yang hendak berkunjung, baik laki-laki maupun perempuan, Karen mengaku selalu meminta izin terlebih dahulu kepada Dede. “Dan dia mengizinkan,” katanya.

Menurut Karen, teman-teman yang datang tidak setiap hari, melainkan hanya sesekali saat mereka memiliki waktu luang atau libur kerja. Ia juga menegaskan bahwa jika ada teman laki-laki yang berkunjung saat Dede tidak berada di rumah, mereka justru memilih duduk di teras depan, bukan di dalam rumah. “Meski aku persilahkan masuk, mereka tetap pilih duduk di luar teras. Mereka menghargai dia dan tahu batasan,” tambahnya.

Situasi berbeda terjadi ketika teman perempuan yang datang. Karen menyebut bahwa mereka umumnya masuk ke dalam rumah. Sementara itu, terkait tuduhan mabuk-mabukan, ia memberikan penjelasan lebih rinci. “Jujur memang pernah ada teman cowok anaknya tetangga rumahku yang pernah main dan beli minuman sendiri memakai uang mereka sendiri tanpa sepengetahuan aku. Mereka minum di luar teras, tidak sampai mabuk-mabukan, dan aku pribadi tidak ikut minum,” ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa dirinya hanya menyediakan makanan ringan dan minuman biasa seperti layaknya menerima tamu pada umumnya. “Bukan cuma untuk teman, tapi juga tetangga dan mama-mama sekolah yang main ke rumah,” kata Karen.

Di sisi lain, Karen juga mengungkapkan bahwa setiap kali ada teman laki-laki yang berkunjung dan Dede sedang berada di rumah, suaminya itu justru kerap ikut duduk dan minum bersama mereka. Pernyataan ini membuka lembaran baru dalam konflik rumah tangga yang selama ini tidak banyak diketahui publik. Keduanya memang telah sepakat untuk bercerai, namun kemunculan bukti dugaan KDRT ini mengejutkan banyak pihak dan memicu diskusi lebih luas mengenai kekerasan dalam rumah tangga yang kerap tidak terlihat dari luar.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar