Mahasiswi di Makassar Jadi Korban Kekerasan Seksual dan Penyekapan, Pelaku Gunakan Modus Lowongan Pekerjaan Palsu

- Minggu, 17 Mei 2026 | 13:01 WIB
Mahasiswi di Makassar Jadi Korban Kekerasan Seksual dan Penyekapan, Pelaku Gunakan Modus Lowongan Pekerjaan Palsu
Seorang mahasiswi berinisial MA (21) menjadi korban kekerasan seksual dan penyekapan yang dilakukan oleh Feri Bin Dg Rumpa (33) di Makassar, Sulawesi Selatan. Dalam aksinya, pelaku melakban tangan dan mulut korban serta mengancam menggunakan senjata tajam. Pelaku diketahui masuk ke kamar korban sebelum melancarkan aksi bejatnya dengan ancaman pisau cutter. Kapolrestabes Makassar Kombes Arya Perdana mengungkapkan bahwa peristiwa tersebut terjadi pada hari ketiga korban berada di rumah yang dikontrak pelaku. “Pelaku masuk ke kamar korban lalu melakukan kekerasan dan mengancam korban menggunakan pisau cutter untuk memperkosanya,” kata Arya kepada wartawan, Minggu (17/5/2026). Korban tidak mampu melawan karena terus diintimidasi menggunakan senjata tajam. “Korban kemudian disekap, mulut dan matanya dilakban, lalu diperkosa beberapa kali,” tuturnya. Awalnya, korban tergiur tawaran pekerjaan sebagai baby sitter yang disebarkan pelaku melalui media sosial. Setelah tiba di lokasi, korban diminta menunggu sebelum dinyatakan resmi bekerja. “Korban datang, kemudian disampaikan bahwa untuk bekerja di tempat tersebut masih harus menunggu beberapa hari,” ujar Arya. “Selama menunggu, korban dipekerjakan di rumah itu kurang lebih dua hari sebagai pembantu rumah tangga,” tambahnya. Lokasi penyekapan dan pemerkosaan diketahui merupakan rumah sewaan harian yang digunakan pelaku selama tiga hari. “Orang ini yang tempat tinggalnya di Makassar ini bukan sewa rumah kontrakan sebulan, ini per hari itu bayar Rp 300 ribu dan dia gunakan untuk menjebak orang,” jelas Arya. Pelaku saat ini masih menjalani pemeriksaan intensif usai ditangkap. Polisi belum menemukan indikasi adanya jaringan perdagangan manusia dalam kasus tersebut. “Untuk indikasi perdagangan manusia sementara belum. Modus pelaku adalah membujuk korban melalui lowongan kerja palsu,” ungkap Arya. Korban disekap sejak Jumat (8/5) hingga Minggu (10/5) di sebuah kompleks perumahan di Jalan Metro Tanjung Bunga, Kelurahan Barombong, Kecamatan Tamalate. Setelah sempat melarikan diri, pelaku akhirnya ditangkap di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (16/5). Salah seorang warga sekitar berinisial IK menyebut korban merupakan warga asal Nunukan, Kalimantan Utara, yang tengah menempuh pendidikan di Makassar. “Iya (korban asal Kalimantan Utara) aslinya di KTP-nya, perbatasan Nunukan,” kata IK kepada wartawan. Korban diduga kuat menjadi sasaran penipuan bermodus lowongan kerja pengasuh anak. Pelaku memanfaatkan kondisi ekonomi korban yang membutuhkan biaya kuliah. “Dia (pelaku) pasang (lamaran pekerjaan) di sosmed butuh baby sitter dijanjikan Rp 3 juta. Tertarik mi si korban karena dia butuh uang bayar kuliah,” ungkapnya. Sebelum aparat kepolisian tiba, warga lebih dulu berupaya menolong korban. Saat dievakuasi, korban ditemukan dalam kondisi menangis dengan tangan terikat. “Jadi yang punya rumah pergi cek yang sewa, pas dia mau buka pintu rumah ada muncul ini perempuan dari dalam rumah, dilihat dari jendela rumah,” pungkasnya.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar