Persis Solo berada dalam situasi hidup-mati ketika menjamu Dewa United pada pekan ke-33 Liga Super Indonesia di Stadion Manahan, malam ini. Kekalahan dalam laga tersebut akan mengubur harapan Laskar Sambernyawa untuk bertahan di kasta tertinggi dan memastikan mereka terdegradasi ke Liga 2.
Tekanan besar kini menyelimuti tim asal Kota Bengawan itu. Persis Solo masih terpuruk di zona merah klasemen sementara dengan menempati peringkat ke-16 berkat koleksi 28 poin dari 32 pertandingan. Situasi tersebut membuat peluang bertahan semakin menipis. Jika gagal meraih poin melawan Dewa United, Persis berpotensi menyusul PSBS Biak dan Semen Padang yang lebih dulu turun kasta.
Meski berada dalam tekanan, pelatih Persis Solo, Milomir Seslija, menegaskan timnya belum menyerah.
“Kami akan terus berjuang hingga tetes tenaga terakhir. Semua pemain harusnya bisa mencetak gol, tidak hanya bergantung kepada satu nama saja,” ujar pelatih asal Bosnia tersebut.
Secara matematis, peluang Persis untuk bertahan sejatinya masih terbuka. Namun syaratnya sangat berat. Laskar Sambernyawa wajib menyapu bersih dua laga tersisa dengan kemenangan, sambil berharap Madura United gagal meraih hasil maksimal. Saat ini Madura United berada di posisi ke-15 dengan koleksi 32 poin, unggul empat angka dari Persis. Dengan hanya dua pertandingan tersisa, margin tersebut membuat Persis tidak punya ruang untuk melakukan kesalahan.
Di sisi lain, laga melawan Dewa United diprediksi menjadi tantangan berat. Tim tamu tampil cukup konsisten musim ini dan memiliki lini serang yang berbahaya. Sementara itu, Persis justru masih kesulitan menjaga stabilitas permainan sepanjang musim. Inkonsistensi performa menjadi salah satu faktor utama yang membuat mereka terus terjebak di papan bawah.
Milomir Seslija pun meminta anak asuhnya menunjukkan mental kuat dalam situasi penuh tekanan. Menurutnya, perjuangan bertahan di Liga Super tidak hanya membutuhkan kualitas teknis, tetapi juga keberanian menghadapi tekanan besar di lapangan.
Secara kualitas, Persis sebenarnya masih memiliki materi pemain yang mampu bersaing di kasta tertinggi. Namun sepanjang musim, mereka kerap gagal tampil konsisten dalam pertandingan-pertandingan krusial. Kini, faktor mental diperkirakan menjadi penentu terbesar. Bermain di hadapan pendukung sendiri bisa menjadi keuntungan sekaligus tekanan tambahan. Jika mampu mencetak gol lebih dulu, atmosfer Stadion Manahan berpotensi menjadi energi besar bagi tim. Namun bila tertinggal, tekanan psikologis bisa membuat permainan Persis semakin sulit berkembang. Dewa United pun dipastikan tidak akan memberi ruang mudah karena mereka tetap ingin menutup musim dengan hasil positif.
Bagi Persis Solo, malam ini bukan sekadar pertandingan biasa. Ini adalah laga yang menentukan apakah mereka masih pantas bertahan di kasta tertinggi sepak bola Indonesia atau harus menerima kenyataan pahit turun ke Liga 2.
Artikel Terkait
Perusahaan China Incar Peluang Besar di Balik Target PLTS 100 GW Indonesia, Soroti Kebutuhan Teknologi Penyimpanan Energi
Presiden Prabowo Resmikan RSUD Lampung Barat dan Buka Munas Hipmi 2026 di Lampung
Investor China dan Hong Kong Dilarang Ikut IPO SpaceX, Alihkan Buruan ke Saham Terkait
Ekonom: RI Tak Akan Ulangi Krisis 1998, Tantangan Kini Bergeser ke Daya Beli Kelas Menengah