Pria Lansia dengan Riwayat Pikun Ditemukan Tewas di Bukit Salobulo, Kondisi Jasad Tinggal Tulang

- Jumat, 15 Mei 2026 | 10:00 WIB
Pria Lansia dengan Riwayat Pikun Ditemukan Tewas di Bukit Salobulo, Kondisi Jasad Tinggal Tulang

Setelah dilaporkan hilang selama sepuluh hari, seorang pria lanjut usia di Kota Palopo, Sulawesi Selatan, ditemukan meninggal dunia dalam kondisi mengenaskan di kawasan Bukit Salobulo, Kecamatan Wara Utara, Kamis (14/5/2026). Korban yang bernama Septa (81) itu ditemukan dalam kondisi tubuh yang sebagian besar telah menjadi tulang, sehingga sulit dikenali. Wajah korban juga mengalami kerusakan parah akibat proses pembusukan yang sudah berlangsung lama.

Penemuan jasad tersebut sontak menggegerkan warga sekitar, terutama karena lokasi penemuan berada di area perbukitan yang relatif terpencil. Kasi Humas Polres Palopo, AKP Marsuki, mengungkapkan bahwa jasad pertama kali ditemukan sekitar pukul 15.30 Wita oleh seorang warga berinisial ARA. Saat itu, saksi sedang menuju bukit untuk memindahkan sapi peliharaannya.

“Saksi melihat sosok mayat tergeletak di tanah. Kondisinya sudah rusak, wajah tidak dikenali dan tubuh tinggal tulang,” ujarnya kepada awak media.

Menurut polisi, korban diketahui merupakan warga Kota Palopo yang sebelumnya telah dilaporkan hilang sejak 4 Mei 2026. Identitas korban akhirnya terungkap setelah pihak keluarga datang ke lokasi dan mengenali pakaian yang masih melekat di tubuh korban. Istri korban, Hanafiah, disebut langsung mendatangi tempat kejadian usai menerima informasi adanya penemuan mayat laki-laki di Bukit Salobulo.

“Korban dikenali dari pakaian yang digunakan. Menurut keterangan istri korban, almarhum memang mengalami gangguan lupa ingatan,” jelas AKP Marsuki.

Sebelumnya, warga sempat kesulitan mengenali identitas korban karena kondisi jasad yang sudah membusuk parah. Sebagian tubuh korban bahkan dilaporkan tinggal tulang. Setelah menerima laporan warga, aparat kepolisian langsung turun ke lokasi untuk melakukan pemeriksaan dan proses evakuasi. “Keluarga menerima kejadian ini sebagai musibah dan menolak autopsi,” pungkasnya.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar