Seorang guru honorer di Muaro Jambi, Muhammad Sazli Rais (38), harus menelan pil pahit setelah tabungan Rp116 juta yang ia kumpulkan selama 16 tahun lenyap dalam sekejap. Ia diduga menjadi korban penipuan biro perjalanan umrah yang menjanjikan keberangkatan pada Ramadan 2026.
Sazli mendaftarkan dirinya, istri, dan neneknya ke sebuah travel umrah setelah mengikuti pertemuan sosialisasi. Ia mengaku telah membayar uang muka sebesar Rp7 juta, kemudian melunasi seluruh biaya untuk tiga paket perjalanan. “Dari pertemuan itu saya bayar DP Rp7 juta. Terus kita lunasi semuanya. Saya sudah lunasi pembayaran untuk tiga paket full Ramadan Rp35,9 juta, totalnya Rp116 juta untuk tiga orang. Itu tabungan saya selama menjadi honorer sejak 2010,” ujarnya.
Setelah pelunasan, pihak travel memberikan perlengkapan ibadah seperti tas, kain ihram, dan kelengkapan lainnya. Keluarga Sazli dijadwalkan berangkat pada 14 Februari 2026. Mereka bahkan telah mengikuti manasik dan menggelar doa bersama dengan tetangga sebagai persiapan keberangkatan.
Namun, harapan itu pupus ketika seluruh calon jemaah dikumpulkan di sebuah hotel di Kota Jambi pada 15 Februari. Pihak travel beralasan bahwa keberangkatan tertunda karena visa belum seluruhnya keluar. Sazli pun menyadari bahwa ia telah menjadi korban penipuan.
Kabid Humas Polda Jambi, Kombes Erlan Munaji, membenarkan bahwa laporan tersebut telah diterima dan tengah ditangani oleh penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum. “Sudah ditangani Krimum, sudah ada beberapa yang diperiksa. Nanti kami cek update-nya, ya,” katanya.
Artikel Terkait
Rupiah Terperosok ke Rp17.614 per Dolar AS, Tertekan Sentimen Global dan Geopolitik
Aksi 360 Derajat Elon Musk di Beijing Jadi Sorotan, Selfie dengan CEO Xiaomi hingga Kehadiran Sang Anak Curi Perhatian
Belanja Pemerintah Triwulan I 2026 Tumbuh 21,81 Persen, Indef Sebut Berpotensi Percepat Pembangunan
Harga Emas Antam Anjlok Rp20.000 per Gram, Kembali ke Level Rp2,819 Juta