Pemilik sekaligus bos Tesla, Elon Musk, menjadi sorotan publik setelah terekam berputar 360 derajat sambil merekam video di aula utama Great Hall of the People, Beijing. Momen tersebut terjadi saat ia bergabung dalam rombongan para konglomerat dunia yang dibawa langsung oleh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, dalam kunjungan kenegaraan ke China.
Dalam rekaman yang beredar, Musk tampak berdiri bersama CEO Apple, Tim Cook, serta sejumlah pejabat Amerika Serikat lainnya di tangga gedung. Mereka tengah menyaksikan pertemuan antara Trump dan Presiden China, Xi Jinping, ketika aksi tak terduga itu terjadi.
Di tengah suasana formal, Musk mengeluarkan ponselnya dan mulai merekam suasana sekitar sambil memutar tubuhnya secara penuh. Gerakan tersebut sontak menjadi perbincangan hangat di media sosial dan berbagai pemberitaan internasional, termasuk CBS News dan CNN, pada Jumat (15/5/2026).
Bukan hanya aksi memutarnya yang menarik perhatian. Ekspresi Musk saat seorang pelayan menyajikan minuman di dalam ruang pertemuan juga ikut disorot. Netizen ramai membahas raut wajahnya yang dinilai unik dan tidak biasa dalam suasana pertemuan tingkat tinggi tersebut.
Selain itu, momen ketika Musk berfoto selfie dengan CEO Xiaomi, Lei Jun, turut menjadi bahan perbincangan. Kedekatan keduanya dalam pertemuan itu memicu spekulasi mengenai potensi kerja sama antara perusahaan teknologi masing-masing.
Di sisi lain, kehadiran putra Musk yang akrab disapa X dalam pertemuan kenegaraan tersebut juga mencuri perhatian. Langkah ini dinilai tidak lazim mengingat protokol ketat yang biasanya menyertai agenda diplomatik semacam itu. Namun, hal itu sekaligus menunjukkan kedekatan pribadi Musk dengan sang anak yang kerap ia bawa ke berbagai acara publik.
Artikel Terkait
Empat Remaja Diamankan Saat Pesta Miras di Pamulang, Polisi Cegah Potensi Tawuran
Megawati-Jordan Wilson Duet di Hyundai Hillstate, Julukan Medan Siap Bangkitkan DNA Juara
Yadea Buktikan Ketangguhan Motor Listrik Osta P dan Velax U, Tempuh 150 Km Lebih Sekali Cas
Mahasiswa Untan Diduga Gunakan AI untuk Ubah Foto Teman Jadi Konten Vulgar