Kasus dugaan pembuatan konten deepfake bernuansa vulgar yang dilakukan oleh seorang mahasiswa Universitas Tanjungpura (Untan) Pontianak, Kalimantan Barat, berinisial RY, mulai terungkap setelah para korban angkat bicara. Kini, pihak kampus pun turun tangan mengusut tuntas peristiwa yang menggemparkan lingkungan akademik tersebut.
Salah seorang korban yang enggan disebutkan identitas lengkapnya, hanya berinisial S, menceritakan kronologi awal terbongkarnya kasus ini. Peristiwa itu bermula saat RY dan rekan-rekannya yang satu angkatan tengah menjalani praktikum mata kuliah Sistematika Mikroba pekan lalu. Dalam situasi tersebut, seorang teman RY meminjam ponsel milik S untuk mendokumentasikan kegiatan praktikum.
Setelah selesai mengambil gambar, teman RY itu membuka galeri untuk memeriksa hasil jepretan. Namun, alih-alih melihat foto praktikum, ia justru menemukan puluhan foto perempuan yang dikenalnya tersimpan di dalam perangkat tersebut. Teman RY pun langsung curiga dan mulai memeriksa lebih lanjut isi galeri.
“Pas buka galeri, temannya heran kok banyak muka orang yang dia kenal. Pas dicek ternyata banyak sekali foto-foto tidak senonoh yang sudah diedit pelaku,” ujar S saat menceritakan pengalamannya.
Beberapa hari setelah penemuan itu, kabar mengenai dugaan penyalahgunaan teknologi deepfake ini menyebar luas di media sosial dan grup percakapan mahasiswa. S mengaku terkejut saat terbangun dari tidur dan mendapati grup percakapannya ramai membahas persoalan tersebut. Pihak universitas pun kini tengah melakukan penyelidikan internal untuk menindaklanjuti laporan yang masuk.
Artikel Terkait
Netflix Rilis Drama Korea ‘Teach You a Lesson’ yang Soroti Krisis Pendidikan di Sekolah
Tabungan Rp116 Juta Guru Honorer di Muaro Jambi Lenyap Diduga Digelapkan Biro Perjalanan Umrah
Polisi Bangkalan Bongkar Jaringan Curanmor, Tiga Pelaku Ditangkap Satu Buron
Gubernur Kaltara Temui Korban Penyekapan di Makassar, Desak Polisi Buru Pelaku Residivis