Persaingan menuju gelar juara Super League musim 2025/2026 memasuki fase paling krusial. Ketatnya perburuan poin antara Persib Bandung dan Borneo FC Samarinda memaksa operator kompetisi, I.League, untuk menyiapkan langkah antisipatif yang tak biasa, yakni menyediakan dua trofi juara sekaligus. Keputusan ini diambil setelah kedua tim tercatat memiliki jumlah poin yang identik, yaitu 75 angka dari 32 pertandingan yang telah dijalani.
Meskipun sama-sama mengoleksi 75 poin, Persib Bandung masih bercokol di puncak klasemen berkat keunggulan dalam rekor pertemuan langsung (head to head) atas Borneo FC. Dengan hanya dua laga tersisa, Persib berambisi mewujudkan sejarah hattrick juara, sementara Borneo FC mengincar gelar perdana mereka sejak klub berdiri. Ketatnya persaingan ini membuat I.League mulai mematangkan berbagai skenario, termasuk tata cara penyerahan piala juara nantinya.
Direktur Kompetisi I.League, Asep Saputra, mengakui bahwa perebutan gelar musim ini menjadi salah satu yang paling kompetitif dalam beberapa tahun terakhir. Menurutnya, situasi seperti ini justru menjadi daya tarik tersendiri bagi kompetisi.
“Saya pikir inilah menariknya kompetisi musim ini di Super League 2025-2026. Kompetitif sekali dari liga sekarang ya, kita lihat dua bahkan betul-betul belum bisa kita prediksi,” ujar Asep kepada awak media, Jumat (15/5/2026).
Untuk menjaga asas keadilan dan fair play, I.League telah mengatur jadwal khusus pada pekan ke-34. Sebanyak tujuh pertandingan akan dimainkan secara bersamaan pada 23 Mei 2026. Langkah ini diambil agar tidak ada tim yang mendapatkan keuntungan dari hasil pertandingan lain di pekan penentuan gelar.
“Pastinya kita sudah merilis jadwal di pekan ke-34, ada tujuh pertandingan bersamaan di tanggal 23, dan ada dua pertandingan lebih awal karena memang secara teknis hitung-hitungannya memang tidak lagi menentukan, baik itu di perebutan juara ataupun juga di posisi degradasi,” jelas Asep.
Di sisi lain, terkait penyerahan trofi, I.League telah menyiapkan skenario khusus. Jika hingga pekan ke-33 belum ada kejelasan siapa yang akan menjadi juara, operator kompetisi akan menempatkan dua piala di dua stadion berbeda secara bersamaan.
“Di mana pialanya? Ya, kita akan siap di dua tempat kalau sampai week 33 masih belum ketahuan,” ungkap Asep.
Ia menambahkan bahwa situasi seperti ini bukanlah hal baru dalam sepak bola Indonesia. Asep mencontohkan musim 2018, ketika perebutan gelar antara Persija Jakarta dan PSM Makassar juga berlangsung hingga laga terakhir dan memerlukan pengaturan serupa.
“Dan memang ini juga bukan hal yang baru ya, saya pikir juga kan tahun 2018 pernah terjadi sampai terakhir. LIB waktu itu juga ada tim di Makassar, ada tim di Jakarta,” sambungnya.
Pada pekan terakhir nanti, Persib Bandung dijadwalkan menjamu Persijap Jepara di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA). Di waktu yang sama, Borneo FC akan menghadapi Malut United di Stadion Segiri, Samarinda. Artinya, peluang pesta juara masih terbuka di dua kota sekaligus, sehingga I.League memilih menyiapkan dua trofi untuk memastikan seremoni juara berjalan lancar tanpa hambatan teknis.
Meskipun demikian, Asep enggan membeberkan detail lebih lanjut mengenai penempatan trofi asli maupun replika di masing-masing stadion. Ia menyerahkan teka-teki tersebut kepada publik dan awak media untuk menebaknya.
“Ya kalau itu detail itu (penempatan piala asli dan replika), saya pikir itu biar menjadi rekaan dari teman-teman wartawan saja yang mana, tapi intinya pasti ada equality,” pungkasnya.
Artikel Terkait
Komentar Yance Sayuri Picu Spekulasi Reuni Bersama Bernardo Tavares di Persebaya
Veda Ega Pratama Bidik Hasil Positif di Moto3 Catalunya Berbekal Finis Keempat di Le Mans
Persib Bandung Kembali Raih Lisensi Klub Profesional AFC untuk Musim 2025/2026
Jakarta Garuda Jaya Tumbang Tiga Set Langsung dari Foolad Sirjan di Perempat Final AVC Champions League 2026