Semangat menunaikan ibadah haji tidak mengenal usia. Di usianya yang telah mencapai 103 tahun, Mardijiyono, yang akrab disapa Mbah Mardi, tetap bertekad menyelesaikan rangkaian ibadah di Tanah Suci. Dengan menggunakan kursi roda, jemaah haji tertua asal Indonesia ini berangkat dari Madinah menuju Makkah untuk menjalankan umrah wajib sekaligus bersiap menghadapi puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).
Mbah Mardi tergabung dalam kelompok terbang (kloter) YIA 9. Ia meninggalkan Hotel Makarem Haram View Suites Madinah pada Senin (11/5/2026) sore, sekitar pukul 16.30 waktu Arab Saudi. Didampingi petugas, ia perlahan didorong menuju bus yang akan membawanya ke Makkah.
Sejak menjelang salat Ashar, sekitar pukul 15.30 WAS, Mbah Mardi sudah berada di dalam bus bersama sejumlah jemaah lanjut usia lainnya. Mereka menunggu proses keberangkatan, sementara sebagian jemaah lain masih menunaikan salat Ashar di Masjid Nabawi.
Ketua Sektor 1 Madinah, Ramlan Sudarto, menjelaskan bahwa keberangkatan kloter YIA 9 dilakukan lebih cepat dari jadwal semula. Keputusan ini diambil karena seluruh jemaah telah siap diberangkatkan.
“Kalau semua jemaah sudah masuk bus, jumlahnya sudah dicek dan siap berangkat, maka lebih baik diberangkatkan lebih awal agar tidak terlalu lama menunggu di dalam bus,” ujar Ramlan dalam keterangan resmi Kementerian Haji dan Umrah, Kamis (14/5/2026).
Dalam perjalanan menuju Makkah, rombongan singgah di Masjid Dzulhulaifah atau Bir Ali untuk mengambil niat ihram. Jemaah yang mampu dapat melaksanakan salat sunnah di masjid, sementara jemaah lansia dan pengguna kursi roda tetap berada di dalam bus.
Meski sebelumnya sempat menjalani perawatan di rumah sakit Arab Saudi, kondisi kesehatan Mbah Mardi kini dinyatakan stabil. Selama masa pemulihan, ia tetap kooperatif dan memiliki nafsu makan yang baik.
“Makanannya enak, saya suka,” ujar Mbah Mardi singkat.
Selama berada di Madinah, Mbah Mardi telah menjalani sejumlah ibadah, mulai dari salat di Masjid Nabawi hingga berziarah ke Raudhah dan makam Rasulullah SAW. Ia mengaku selalu berusaha hidup dengan ikhlas dan bahagia dalam kondisi apa pun. Salah satu kebiasaan yang ia jaga sepanjang hidupnya adalah tidak pernah merokok.
Artikel Terkait
Puluhan Kepala Desa di Jombang Tolak Daftar Karyawan Koperasi Desa Merah Putih, Tuding Ada Titipan dari Partai Politik
ESQ Tours Gunakan Kereta Cepat Haramain untuk Jemput Calon Haji Khusus dari Madinah ke Makkah
KAI Tutup Perlintasan Liar di Kebon Baru-Tebet Demi Keselamatan Perjalanan Kereta
PSSI Proses Naturalisasi Mitchell Baker dan Luke Vickery untuk Perkuat Timnas di FIFA Matchday Juni 2026