Sekretaris Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) RI, Komjen Pol. Makhruzi Rahman, memastikan program bantuan perbaikan rumah tidak layak huni di kawasan perbatasan benar-benar menyasar warga yang paling membutuhkan dengan cara turun langsung ke lapangan pada Selasa (12/5). Kunjungan tersebut dilakukan untuk memverifikasi kondisi hunian calon penerima Program Bantuan Peningkatan Kualitas 15.000 Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di wilayah perbatasan negara.
Dalam peninjauan itu, Komjen Pol. Makhruzi mendatangi rumah milik Yulian Hani, seorang warga Kecamatan Tasifeto Timur, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur, yang berada tepat di kawasan perbatasan Indonesia-Timor Leste. Yulian tinggal bersama suami dan seorang anaknya di hunian yang kondisinya sangat memprihatinkan. Rumah tersebut belum memiliki dinding permanen, pintu, maupun jendela. Untuk beristirahat, keluarga itu hanya beralaskan tempat tidur kayu sederhana dan tikar, sementara atap rumah masih terbuat dari dahan pepohonan yang minim perlindungan dari cuaca.
Menyaksikan langsung kondisi tersebut, Komjen Pol. Makhruzi menegaskan bahwa kehadirannya di lapangan merupakan bentuk komitmen BNPP RI dalam mengawal pelaksanaan program peningkatan kualitas RTLH, khususnya di wilayah perbatasan. Menurutnya, verifikasi faktual menjadi langkah penting agar penerima bantuan tidak salah sasaran.
“Kami ingin memastikan sendiri kondisi rumah warga yang diusulkan. Dari hasil peninjauan, rumah ini memang memenuhi kriteria dan layak untuk dilakukan perbaikan secara menyeluruh,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Kamis (14/5/2026).
Ia menambahkan, program 15.000 RTLH merupakan bagian dari upaya pemerintah pusat untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat perbatasan yang selama ini masih menghadapi keterbatasan infrastruktur dasar. Pemerintah, kata dia, berupaya agar program tersebut dapat segera direalisasikan sesuai dengan mekanisme yang berlaku.
Di sisi lain, Yulian Hani mengungkapkan rasa syukur atas perhatian pemerintah yang datang langsung melihat kondisi tempat tinggalnya. Dengan mata pencaharian sebagai petani sayur kecil-kecilan bersama suami, ia mengaku kerap kesulitan melindungi keluarganya dari hujan dan cuaca ekstrem dalam kondisi hunian yang terbatas.
“Saya senang dan berterima kasih atas kedatangan Bapak. Mudah-mudahan rumah kami bisa segera diperbaiki,” tuturnya.
Dalam kunjungan tersebut, Sekretaris BNPP RI turut didampingi oleh Bupati Belu Willybrodus Lay, Kelompok Ahli BNPP RI Nur Kholis, Asisten Deputi Pengelolaan Lintas Batas Negara BNPP RI Siti Metrianda Akuan, serta Kepala PLBN Motaain Maria Fatima Rika. Program bantuan Peningkatan Kualitas 15.000 RTLH ini menyasar wilayah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T) melalui skema Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS).
Artikel Terkait
Trump dan Xi Sepakat Buka Kembali Selat Hormuz, China Kritik Konflik di Kawasan Teluk
Bambang Soesatyo Serukan KBPP Polri Jadi Perekat Sosial di Tengah Ancaman Siber dan Radikalisme Digital
PSM Makassar Siap Hadang Persib Bandung di Laga Penentu Gelar Juara Super League
Wakil Ketua MPR Kecam Keras Menteri Israel yang Kembali Serbu Masjid Al Aqsha