Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan (BBKK) Denpasar meningkatkan kewaspadaan dengan memperketat pengawasan di seluruh pintu masuk wilayah Bali guna mengantisipasi potensi penyebaran Hantavirus. Langkah ini diambil sebagai respons terhadap kemunculan virus yang menimbulkan kekhawatiran global, terutama karena Bali merupakan salah satu destinasi wisata internasional yang padat.
Kepala BBKK Denpasar, Heri Saputra, mengungkapkan bahwa pihaknya telah mengoptimalkan penempatan personel di setiap titik kedatangan, khususnya bagi pelancong yang berasal dari luar negeri. Para petugas yang berjaga tidak hanya melakukan pemantauan secara visual, tetapi juga memanfaatkan alat pemindai suhu atau thermal scanner untuk mendeteksi secara dini kemungkinan gejala demam pada penumpang yang baru tiba.
Pengawasan yang diperketat ini, menurut Heri, merupakan bagian dari upaya preventif untuk memastikan tidak ada celah masuknya virus ke wilayah Bali. Meskipun hingga saat ini belum ada laporan kasus Hantavirus di Indonesia, langkah antisipasi dinilai perlu dilakukan mengingat mobilitas wisatawan mancanegara yang tinggi di Pulau Dewata.
Sementara itu, pihak BBKK Denpasar juga terus berkoordinasi dengan instansi terkait di bandara dan pelabuhan untuk memperkuat sistem deteksi. Heri menambahkan, seluruh prosedur pengawasan akan dievaluasi secara berkala agar respons terhadap potensi ancaman kesehatan tetap cepat dan tepat sasaran.
Artikel Terkait
Kurban Iduladha 2026 Makin Mudah, BAZNAS dan Dompet Dhuafa Buka Layanan Pembelian Hewan secara Online
Hasil SNBT 2026 Diumumkan, 186 Ribu Kuota Jalur Mandiri Masih Tersedia di PTN
Pemerintah Siapkan Anggaran Rp100,166 Triliun untuk Pemulihan Pascabencana di Sumatera hingga 2028
Mayoritas dari 4.922 Sekolah di Tiga Provinsi Sumatera Terdampak Bencana Kembali Berfungsi Normal