Perayaan literasi tahunan, Makassar International Writers Festival (MIWF), kembali digelar pada 14 hingga 17 Mei 2026 di kawasan Benteng Rotterdam, Makassar. Festival yang diselenggarakan oleh Rumata’ Artspace sejak 2011 ini konsisten mengusung prinsip hak asasi manusia, antikorupsi, serta komitmen terhadap acara nirsampah dan rendah karbon. Salah satu kebijakan yang terus dipegang adalah penolakan terhadap panel yang hanya diisi oleh laki-laki atau dikenal dengan tagar NoAllMalePanel.
Tema yang diangkat pada edisi tahun ini adalah “Re-co-ordinate”, sebuah seruan untuk menyusun ulang relasi, pengetahuan, dan gerakan kolektif di tengah berbagai krisis yang melanda. Aziziah Diah Aprilya, salah satu kurator MIWF 2026, menjelaskan bahwa tema tersebut lahir dari refleksi terhadap situasi sosial politik saat ini. Menurutnya, arus informasi yang dipenuhi kabar buruk telah memengaruhi kondisi psikologis masyarakat.
“Rasanya setiap pagi ketika saya bangun dan melihat media sosial itu penuh dengan berita buruk. Entah dari politik, ekonomi, atau krisis lingkungan. Rasanya hidup di Indonesia seperti diajari untuk setiap hari kehilangan harapan,” tutur Zizi, sapaan akrabnya.
Direktur MIWF, Aan Mansyur, menambahkan bahwa festival ini hadir sebagai ruang untuk membangun kembali harapan melalui kerja kolektif lintas disiplin. Menurutnya, “Re-co-ordinate” bukan sekadar tema, melainkan ajakan untuk mengumpulkan berbagai kekuatan, pengetahuan, dan gerakan serta praktik keperawatan bersama. “Sebab krisis yang terjadi bukan semata-mata bersumber dari kegagalan kebijakan, tetapi juga berkaitan dengan kegagalan relasional,” ucapnya.
Keberagaman latar belakang setiap individu yang terlibat menjadi kekuatan utama festival ini. MIWF berusaha menjadi ruang yang inklusif dengan melibatkan kelompok disabilitas, minor gender, masyarakat adat, serta berbagai kelompok masyarakat lintas generasi. “Festival ini berusaha untuk inklusif dengan senantiasa melibatkan kelompok disabilitas, minor gender, masyarakat adat, dan beragam kelompok masyarakat lintas generasi,” tutur Aan.
Semangat inklusivitas dan keberlanjutan juga dikampanyekan melalui tagar ZeroWasteFestival. Komitmen ini diwujudkan dengan menghadirkan ruang diskusi yang aman dan setara, sekaligus festival yang ramah lingkungan. Pada 2020, MIWF berhasil meraih penghargaan International Excellence Award dari London Book Fair sebagai festival sastra terbaik dunia.
Selama empat hari pelaksanaan, program MIWF 2026 dibagi ke dalam empat subtema utama, yaitu Home and Belonging, Collective Care, Knowledge Management, serta Justice and Collective Power. Keempat subtema ini menjadi kerangka untuk mengeksplorasi berbagai isu, mulai dari krisis ruang hidup, praktik merawat, pengelolaan pengetahuan, hingga bentuk-bentuk advokasi alternatif. Secara keseluruhan, terdapat 144 program yang menghadirkan 247 panelis dan 135 mitra kolaborator. Ragam acara yang disajikan meliputi pameran, workshop, diskusi, pertunjukan teater, talkshow, peluncuran buku, pemutaran film, pembacaan karya, hingga public lecture.
Sejumlah pembicara dari berbagai negara dipastikan hadir, antara lain Brian Russel Robert, Naoko Uemoto, Arakin Shun, Lynette Rusell, Philippe Claudel, Karina Hocine, dan Rob O’hare. Sementara itu, dari Indonesia akan hadir Ika Natassa, Natasha Rizky, Fachruddin Faiz, Reda Gaudiamo, Okky Madasari, Andina Dwifatma, Bissu Eka, Arif Dg. Rate, Whilda Yanti Salam, Evi Mariani, Bhima Yudistira, Dhandy Laksono, Sekar Banjaran Aji, Ahmad Arif, Louie Buana, serta tujuh penulis baru binaan MIWF 2026 dari berbagai daerah di Indonesia Timur.
MIWF 2026 turut berkolaborasi dengan Pemerintah Kota Makassar melalui Dinas Pariwisata dan Makassar Creative Hub. Kolaborasi ini merupakan bagian dari upaya bersama mempromosikan Makassar sebagai kota budaya, kota literasi, dan simpul yang menghubungkan silang lintas isu, geografis, serta generasi. Meski demikian, festival ini tetap berdiri sebagai ajang independen sekaligus mitra penting dalam memperkuat citra Makassar sebagai kota yang merawat kebudayaan, kreativitas, dan ruang dialog publik. Selain itu, MIWF 2026 juga bekerja sama dengan Kementerian Kebudayaan melalui Manajemen Talenta Nasional (MTN) untuk mendukung penguatan ekosistem seni budaya di Indonesia.
Artikel Terkait
Hampir 200.000 Anak Terpapar Judi Online, 80.000 di Antaranya Masih di Bawah 10 Tahun
Menteri Pertanian Pastikan Cadangan Beras Cukup Hingga Maret 2027 Meski Hadapi Ancaman El Nino
SIAL Interfood 2026 Targetkan 700.000 Pengunjung Profesional dari 205 Negara
Hampir 200 Ribu Anak Terpapar Judi Online, 80 Ribu di Antaranya di Bawah 10 Tahun