Presiden Prabowo Saksikan Penyerahan Rp10,2 Triliun Hasil Rampasan, Sebut Tambahan Rp49 Triliun dari Aset Koruptor Segera Masuk Negara

- Rabu, 13 Mei 2026 | 14:55 WIB
Presiden Prabowo Saksikan Penyerahan Rp10,2 Triliun Hasil Rampasan, Sebut Tambahan Rp49 Triliun dari Aset Koruptor Segera Masuk Negara

Presiden Prabowo Subianto menyaksikan langsung penyerahan uang hasil rampasan dari Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (PKH) senilai Rp10,2 triliun kepada negara. Dalam kesempatan itu, Kepala Negara mengungkapkan bahwa pada bulan depan akan ada tambahan penerimaan negara dari hasil rampasan aset koruptor yang nilainya mencapai Rp49 triliun.

Prabowo menjelaskan bahwa dirinya memperoleh informasi mengenai adanya dana Rp11 triliun yang akan segera diserahkan. Selain itu, ia juga menerima laporan terkait keberadaan uang sekitar Rp39 triliun milik para pelaku tindak pidana yang tersimpan di rekening-rekening yang tidak jelas kepemilikannya. Presiden menegaskan bahwa seluruh dana tersebut pada akhirnya akan dirampas untuk kepentingan negara.

“Saya dapat bisikan bulan depan akan ada penyerahan Rp11 triliun katanya, dan saya juga dapat laporan bahwa juga ada kurang lebih Rp39 triliun uang yang tidak jelas, para koruptor atau para kriminal itu mungkin sudah lari dari Indonesia atau sudah meninggal dan uangnya ketinggalan di rekening-rekening nggak jelas,” ujar Prabowo dalam sambutannya.

Ia menambahkan, sebagian dari dana tersebut kemungkinan besar tidak diketahui oleh ahli waris. “Mungkin dia banyak istri muda, atau piaraan-piaraan, jadi istri-istrinya, ahli warisnya tidak tahu bahwa dia punya uang di bank-bank tersebut, sudah sekian tahun tidak diurus,” imbuhnya.

Presiden menegaskan bahwa jika dalam jangka waktu tertentu tidak ada pihak yang mengklaim, negara berhak merampas dana tersebut. “Ya saya katakan kalau sekian tahun tidak diurus, dan sudah satu tahun kita umumkan, umumkan nggak ada yang datang ya sudah pindahin untuk rakyat, jadi bulan depan kurang lebih ada Rp49 triliun,” katanya.

Di sisi lain, Prabowo menyampaikan apresiasi tinggi kepada Satgas PKH yang dinilai telah membuktikan kinerja nyata. Menurutnya, saat ini rakyat Indonesia tidak lagi membutuhkan janji, melainkan bukti konkret dari kerja pemerintah.

“Saya atas nama negara dan bangsa, atas nama pemerintah, atas nama seluruh rakyat Indonesia menyampaikan terima kasih kepada seluruh anggota Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan. Saya kira acara-acara seperti ini jangan kita anggap hanya seremoni atau pertunjukan, tapi pandangan saya atau keyakinan saya bangsa Indonesia, rakyat Indonesia sudah pada tahap bahwa rakyat kita ingin melihat bukti,” pungkasnya.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar