Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, memulai perjalanan kenegaraan ke China untuk bertemu langsung dengan Presiden Xi Jinping, menandai kunjungan pertama seorang kepala negara AS ke Beijing dalam satu dekade terakhir. Langkah ini diambil di tengah dinamika hubungan bilateral yang kompleks, khususnya menyangkut potensi gesekan di isu Taiwan dan Iran.
Kunjungan yang semula dijadwalkan pada Maret lalu ini sempat tertunda akibat konflik yang melibatkan Iran. Trump meninggalkan Washington DC pada Selasa (12/5) waktu setempat dan dijadwalkan tiba di Beijing pada Rabu (13/5) waktu China. Agenda utama lawatan ini adalah memperkuat hubungan perdagangan antara dua negara dengan perekonomian terbesar di dunia.
Sebelum berangkat, Trump menyampaikan harapannya untuk mengadakan “pembicaraan panjang” dengan Xi Jinping, terutama mengenai Iran. Negara tersebut bergantung pada China sebagai pembeli utama minyaknya yang saat ini berada di bawah sanksi Amerika Serikat.
“Saya pikir kita tidak membutuhkan bantuan apa pun terkait Iran. Kita akan memenangkannya dengan satu atau lain cara. Kita akan memenangkannya secara damai atau sebaliknya,” ujar Trump kepada wartawan saat meninggalkan Gedung Putih.
Meski demikian, Trump berusaha meredam ketegangan dengan menyebut bahwa Xi telah bersikap “relatif baik” dalam menyikapi perbedaan pandangan mengenai Iran. Pernyataan itu menjadi sinyal bahwa kedua pemimpin masih membuka ruang dialog di tengah tekanan geopolitik yang mengemuka.
Selama di Beijing, Trump dijadwalkan menjalani agenda padat yang berlangsung pada Kamis (14/5) hingga Jumat (15/5) waktu setempat. Rangkaian acara akan mencakup pembicaraan bilateral, jamuan makan malam kenegaraan, hingga resepsi minum teh. Kunjungan ini menjadi momen penting bagi kedua negara untuk kembali memperkuat komunikasi di tingkat tertinggi setelah hampir satu dekade tanpa kunjungan resmi presiden AS ke China.
Artikel Terkait
BI Proyeksikan Ekonomi Indonesia Tumbuh 4,9-5,7 Persen pada 2026, Ditopang Konsumsi Domestik
Prabowo Paparkan Peta Jalan Energi Nasional: Dari Sawit hingga PLTS 100 GW demi Akhiri Impor BBM
Prabowo Sampaikan Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok Kebijakan Fiskal RAPBN 2027 ke DPR
Wakil Rektor UNS Apresiasi iNews Campus Connect sebagai Ruang Kolaborasi Pendidikan dan Industri Media