IHSG Terkoreksi 0,68% ke 6.858, Analis Waspadai Potensi Pelemahan Lebih Dalam

- Rabu, 13 Mei 2026 | 06:50 WIB
IHSG Terkoreksi 0,68% ke 6.858, Analis Waspadai Potensi Pelemahan Lebih Dalam

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah pada sesi terakhir perdagangan, turun 46,72 poin atau 0,68 persen ke level 6.858,90. Pelemahan ini terjadi di tengah tekanan jual yang masih mendominasi pergerakan pasar modal dalam negeri.

Berdasarkan riset MNC Sekuritas yang dirilis pada Rabu (13/5/2026), area koreksi yang sebelumnya diperkirakan berada di level 6.838 sudah tercapai. Pergerakan IHSG saat ini dinilai masih berada dalam bagian dari wave [v] dari wave A dari wave (2). Dalam skenario terburuk, indeks berpotensi terkoreksi lebih dalam menuju rentang 6.644 hingga 6.727. Para pelaku pasar juga diminta mewaspadai area gap yang berada di kisaran 6.538 hingga 6.585.

Sementara itu, area penguatan terdekat IHSG diperkirakan berada di level 6.870 hingga 6.895. Adapun level support berada di 6.745 dan 6.682, sedangkan resistance terpantau di 6.917 dan 7.069.

Di sisi lain, sejumlah saham unggulan menunjukkan potensi yang patut dicermati. Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) terkoreksi 0,41 persen ke harga Rp6.125. Pergerakan saham ini masih berada di bawah rata-rata pergerakan 20 hari (MA20) dan masih dalam fase downtrend. Analis memperkirakan posisi BBCA saat ini sedang berada pada bagian dari wave v dari wave (c) dari wave [y]. Rekomendasi yang diberikan adalah buy on weakness dengan rentang harga beli Rp5.625 hingga Rp5.900, target harga Rp6.425 dan Rp6.775, serta stoploss di bawah Rp5.575.

Hal serupa juga terjadi pada saham PT Blue Bird Tbk (BIRD) yang terkoreksi 0,96 persen ke level Rp1.555. Tekanan jual masih mendominasi pergerakan saham transportasi ini, yang masih berada dalam fase downtrend. Posisi BIRD saat ini diperkirakan sedang membentuk wave (v) dari wave [c] dari wave Y. Rekomendasi buy on weakness diberikan pada rentang harga Rp1.475 hingga Rp1.525, dengan target harga Rp1.605 dan Rp1.680, serta stoploss di bawah Rp1.450.

Berbeda dengan dua saham sebelumnya, saham PT Indosat Tbk (ISAT) justru mencatatkan penguatan signifikan sebesar 7,80 persen ke harga Rp2.350. Kenaikan ini disertai munculnya volume pembelian yang cukup besar. Pergerakan ISAT diperkirakan sedang berada dalam fase uptrend dan membentuk wave a dari wave (b) dari wave [ii]. Rekomendasi trading buy diberikan pada rentang harga Rp2.230 hingga Rp2.310, dengan target harga Rp2.370 dan Rp2.410, serta stoploss di bawah Rp2.200.

Saham PT Mineral Industri Indonesia (MINA) menjadi salah satu yang mengalami koreksi cukup dalam, yakni 6,99 persen ke level Rp346. Tekanan jual yang muncul turut mendorong pelemahan saham ini. Posisi MINA saat ini diperkirakan berada pada bagian dari wave [ii] dari wave C. Rekomendasi buy on weakness diberikan pada rentang harga Rp296 hingga Rp340, dengan target harga Rp414 dan Rp474, serta stoploss di bawah Rp288.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar